Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MACAM-MACAM CARA PERAWATAN CIDERA DI RUMAH

Perawatan Cedera Di Rumah

Musibah tentu tidak pernah diharapkan, begitupun cedera dalam berolahraga tidak pernah diinginkan oleh para pegiat dan profesional olahraga. Menghadapi kenyataan adanya dan selalu mengintainya cedera maka diperlukan pengetahuan dasar mengatasi setiap kali mengalami cedera olahraga. Ada beberapa metode penanganan dan perawatan cedera olahraga yang dapat digunakan oleh kaum awam maupun atlet dirumah. Beberapa metode tersebut diantaranya adalah metode R.I.C.E., pendinginan, metode panas, metode panas dingin, semprotan air dan metode pemijatan, berikut penjelasannya:

macam-macam cara perawatan cedera

1. Metode R.I.C.E.

Salah satu metode dan prinsip ułama dalam pengobatan cedera adalah dengan metode R.I.C.E. (Rest, Ice, Compression, and Elevation) tujuan ułama metode tersebut adalah untuk mengurangi peradangan. Metode R.I.C.E. harus diberikan secepat mungkin sesudah terjadi cedera, Adapun tujuan dari masing-masing tahapan metode R.I.C.E. adalah sebagai berikut:

Rest (Istirahat) bertujuan untuk menjaga agar cedera tidak bertambah parah

Compression memberikan kompresan pada cedera bertujuan untuk penerapan tekanan yang ringan pada daerah yang mengalami cedera untuk mengatasi bengkak. Kompres dapat menyebabkan sedikit penyempitan pada pembuluh darah, mengurangi pendarahan pada jaringan dan mencegah cairan dari penambahan daerah interstitial (yang dapat menyebabkan bengkak lebih serius dan penyembuhan berlangsung lebih lambat).

Elevation atau dapat disebut sebagai tindakan elevasi bertujuan untuk mengurangi peradangan khususnya bengkak. Cedera pada kaki dan tangan seharusnya  ditopang dengan bantal, sehingga daerah yang cedera berada di atas jantung.

2. Metode Pendinginan

Paling mudah dan sederhana memberikan pertolongan pertama pada kita kaum awam bila mengalami cedera Pada otot kaki adalah dengan metode pendinginan. Metode pendinginan yang dilakukan dengan menggunakan es batu. Pengalaman penulis metode tersebut paling baik dari media terapi dingin yang lainnya. Es dapat ditempatkan dalam kantong es/ tas plastik atau bisa juga dibungkus dengan handuk sebelum digunakan. Kompres dengan media pendingin jenis kimiawi digunakan bila tidak punya lemari es, tetapi umumnya tidak efektif dan lebih mahal. Bisa juga dengan menggunakan es kedalam ember (merendam kaki atau tangan) tetapi pendinginan sebaiknya digunakan 15-30 menit.

3. Metode Panas

Melakukan tindakan pemanas pada bagian yang mengalami cedera biasanya dipakai sesudah terhentinya peradangan awal setelah terapi pendinginan. Penggunaan panas ini akan menyebabkan vasodilatation atau pelebaran pembuluh-pembuluh darah. Membiarkan darah mengalir lebih banyak pada bagian tubuh yang terluka sehingga akan membantu percepatan penyembuhan. Metode panas untuk para penggemar dan profesional olahraga dapat digunakan untuk melunakkan bagian tubuh sebelum melakukan berbagai latihan pemanasan (warmingup) dan metode ini dapat mengurangi kekakuan yang muncul karena cedera yang terjadi sebelumnya. Penerapan metode panas ini dapat dilakukan bagian per bagian anggota tubuh seseorang sesuai dengan kebutuhan atau bagian yang akan menerima beban latihan lebih berat. Namun dewasa ini tidak jarang para olahragawan melakukan metode ini untuk seluruh anggota tubuh dengan cara berendam di air hangat.

4. Metode Panas dan Dingin

Bila dua metode terapi sebelumnya memisahkan media penggunaan panas dan dingin, maka berikut ini adalah metode penggunaan panas dan dingin yang langsung bersamaan untuk percepatan proses pemulihan dari cedera. Suatu alternatif penerapan panas dan dingin secara langsung bersamaan terkadang efektif menghilangkan reaksi peradangan yang ada. Teknologi alat-alat kedokteran telah menemukan wadah atau sarana yang memadahi untuk penerapan metode ini. Namun bagi para atlet amatir maupun para pegiat olahraga dapat melakukan inovasi dan kreatifitas untuk mensiasati keterbatasan dana dan alat, seperti cara berikut ini. Dengan menggunakan dua ember, satu diisi air panas dan satu tagi diisi air dingin. Setelah kedua ember terisi air panas dan air es maka bagian tubuh yang cedera direndam dalam air panas selama satu sampai dua menit sebanyak tiga kali pengulangan (3 set). Terakhir dengan direndam kedalam air dingin selama tiga sampai lima menit sebanyak tiga kali pengulangan (3 Set), sebaiknya dilakukan setiap hari.

5. Metode Semprotan Air

Ada ungkapan lain lubuk lain pula ikannya, lain koki lain pula masakannya. Mengutik ungkapan tersebut di atas  maka para masseur sebagai profesional akan berkata; lain pasien lain juga keluhannya, lain masseur lain pula metode terapinya. Sudah bukan hal yang aneh bila lain pasien lain keluhaan oleh karena lain pula cedera yang dialaminya. Lain cedera maka metode yang digunakan untuk penanganan cederanya juga berbeda. Metode semprotan air kurang banyak yang digunakan deh para masseur oleh karena kurang simpelnya alat yang digunakan dan beratnya beban membawa perlengkapan metode ini. Walaupun sebenarnya pengobatan dengan metode semprotan air cukup efektif untuk mengurangi peradangan pada cedera karena efek semprotan air tersebut menambah beberapa manfaat diantaranya adanya panas dan juga efek pijat yang dihasilkan oleh gelembunggelembung udara dalam air. Ini membantu menambah sirkulasi pada bagian yang cedera.

6. Metode Pemijatan

Pemijatan merupakan suatu manipulasi terhadap jaringan-jaringan tubuh dengan tangan. Tindakan pijat terhadap tubuh manusia dapat berpengaruh terhadap sistem saraf, otot dan sirkulasi darah dalam tubuh manusia. Pemijatan merupakan hal positif bagi manusia baik yang mengalami cedera olahraga maupun untuk pemulihan kondisi fisik manusia. Pemijatan yang dilakukan dengan baik dan benar dapat membantu mengurangi perlekatan diantara serat-serat otot dan dapat membantu proses memindahkan timbunan cairan dalam tubuh manusia. pemakaian terapi pijat merupakan prilaku yang bersifat insting seorang masseur. Seseorang secara alami/ otomatis yang mengalami cedera akan memijat bagian otot yang perih dan sakit. Tindakan memijat yang dilakukan akan membantu mengendurkan bagian tubuh yang cedara tersebut dan dapat memberikan pertolongan pertama sementara menunggu tindakan medis maupun pemijat profesional.

7. Kondisi Tidak Boleh Dipijat

Setelah para pembaca mengetahui keenam metode di atas, yaitu:

  1. Metode R.I.C.E.
  2. Metode Pendinginan
  3. Metode Panas
  4. Metode Panas Dinginan
  5. Metode Semprotan Air dan
  6. Metode pemijatan.

Dimana pada penjelasan di atas telah diberitahukan bahwa keenam metode tersebut dapat memberikan dampak percepatan pemulihan kesehatan dan kebugararj bagi tubuh manusia yang mengalami cedera tubuh. Namurj perlu dipahami bahwa tidak semua keluhan sakit dan nyeri atau cedera otot, ligamen dan tulang pada tubuh manœia dapat dilakukan dengan metode pemijatan. Bilamana pemijatan tetap dilakukan terhadap penderita tertentu justru akan berdampak negatif bahkan membahayakan bagi penderita cedera tubuh manusia itu sendiri. Ada beberapa kondisi fisik atau cedera tubuh manusia yang tidak boleh dilakukan pijatan atau massage, apabila orang tersebut sedang dalam keadaan sebagai berikut:

  1. Fractur (Patah Tulang)
  2. Dislocatic (Lepas Sendi)
  3. Farion (Ada Peradangan)
  4. Luxatio (Daging Sendi)
  5. Tumor (Daging Tumbuh)
  6. Demam (Temperatur badan naik karena sakit)
  7. Desentri (Mulas-mulas)
  8. Pregnant (Mengandung)



Referensi:

  • Fondy, Tommy. (2012). Merawat dan Mereposisi Cedera Tubuh. Banten: Pustaka Tumbur.


Posting Komentar untuk "MACAM-MACAM CARA PERAWATAN CIDERA DI RUMAH"