Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

DEMENSI DAN MANFAAT KEPERCAYAAN DIRI ATLET

Manfaat dan Demensi Kepercayaan diri Atlet

Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri merupakan karakteeristik individu (rasa membangun) yang membantu seseorang memiliki pandangan positif dalam diri sendiri di manapun ia berada. Hal ini mengacu pada harapan seseorang dari kemampuanya untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu dan merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam mewujudkan potensi yang ada, dengan kata lain individu yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi memiliki pandangan yang realistis tentang diri mereka sendiri serta kemampuan yang menjadikan kegigihan dalam usaha mencapai tujuan (Alias & Mohd Hafir, 2009).

demensi kepercayaan diri atlet

Manfaat Kepercayaan diri

Weinberg & Gould (2003: 310) menegaskan pentingnya kepercayaan diri dengan menyatakan bahwa:

Self-confidence is characterized by high expectancy of success. It can help individuals to arouse positive emotions, facilitate concentration, set goals, increase effort, focus their game strategies, and maintain momentum in essense, confidence can influence affect, behavior, and cognitions.

Penegasan di atas bermakna bahwa kepercayaan diri merupakan ciri dari sebuah harapan yang tinggi untuk mencapai keberhasilan. Hal tersebut dapat membantu para individu untuk mengembangkan emosi positif, mempermudah konsentrasi, menentukan sasaran, meningkatkan usaha, fokus pada strategi pertandingan, dan memelihara momentum. Pada dasarnya, kepercayaan diri dapat mempengaruhi sikap, perilaku, dan pengetahuan.

Lebih lanjut, Weinberg & Gould (2003: 310-311) merinci ke enam manfaat atau dampak positif dan rasa percaya diri sebagai berikut:

a. Kepercayaan diri mengembangkan emosi positif

Individu yang mempunyai kepercayaan diri memungkinkan untuk lebih memiliki sikap tenang dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi tekanan dan akan bisa berpikir tenang dalam melakukan sebauah tindakan.

b. Kepercayaan diri mempermudah konsentrasi

ndividu yang mempunyai kepercayaan diri akan lebih mudah memusatkan perhatian pada tugas yang harus dilakukan, tanpa merasa terlalu khawatir akan hal-hal lainya yang mungkin merintangi tindakanya.

c. Kepercayaan diri mempengaruhi sasaran

Individu yang mempunyai kepercayaan diri cenderung untuk menentukan sasaran yang penuh tantangan dan berusaha mencapainya secara aktif atau tekun.

d. Kepercayaan diri meningkatkan usaha

Seberapa besar upaya yang dilakukan seseorang dan berapa lama seseorang mencapai sasaran yang dituju, sangat dipengaruhi oleh tingginya tingkat kepercayaan diri individu orang tersebut. Individu yang mempunyai rasa kepercayan diri yang tinggi tidak mudah frustasi dałam berupanya mencapai Cita-citanya, ia cenderung berusaha sekuat tenaga samapai usahanya iłu membuahakan hasil.

e. Kepercayaan diri mempengaruhi strategi pertandingan

Seorang atlet yang mempunyai kepercayaan diri cenderung bermain untuk menang. Atlet biasanya tidak takut untuk mengambil kesempatan, dan atlet akan dapat mengendalikan pertandingan untuk keuntungannya. Sedangkan atlet yang kurang percaya diri biasanya bermain hanya sekedar agar tidak kalah, dan cenderung takut atau menghindari berbuat kesalahan.

f. Kepercayaan diri mempengaruhi momentum psikologis

Seorang atlet yang mempunyai kepercayaan diri cenderung memiliki sikap tidak mudah menyerah. Atlet mampu melihat situasi yang datang kepadanya, dan segera dapat mereaksinya dengan tepat.

Jadi dapat disimpulkan bahwa orang yang mempunyai kepercayaan diri tinggi adalah orang yang yakin akan kemampuan dirinya sendiri, dan bersifat mandiri dałam arti tidak suka meminta bantuan orang atau pihak lain, dan orang yang percaya pada kemampuan dirinya sendiri berarti orang tersebut menghargai dirinya sendiri.


Demensi Kepercayaan Diri

Berdasarkan model sport confidence yang dikembangkan Vealey dan Knight dałam Jurian (2012: 7) mengidentifikasi tiga dimensi dałam sport confidence.

a. Sphysical skills and Training

Merupakan tingkat keyakinan atau keprcayaan atlet bahwa dirinya memiliki kemahiran dan keterampilan fisik yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan.

b. Cognitiv Efficincy

Merupakan tingkat keyakinan atau kepercayaan atlet bahwa dirinya mampu memfokuskan diri, maupun memelihara kosentrasi dan membuat keputusan untuk mencapai kesuksesan.

c. Resilience

Merupakan tingkat keyakinan atau keprcayaan atlet bahwa dirinya maupun memfokuskan dirinya kembali setelah membuat kesalahan, maupun segera bangkit setelah penampilan yang buruk, maupun mengatasi keraguan masalah dan penurunan untuk mencapai kesuksesan.


Daftar Pustaka:

  • Alias & Mohd Hafir. (2009). The relationship between academic self-confidence and cognitive performance among engineering students. Proceedings of the Research in Engineering Education Symposium, Academic self-confidence and cognitive performance, Palm Cove, QLD.
  • Juriana. (2012). Peran Pelatihan mental dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Atlet Renang Sekolah Ragunan. Tesis Magister, Depok: PPs UI.
  • Weinberg, Robert. S & Gould, Daniel. (2003). Foundation of sport & exercise psychology, third edition. Champaign, II: Human Kinetics Publishers, Inc.

Posting Komentar untuk "DEMENSI DAN MANFAAT KEPERCAYAAN DIRI ATLET"