Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PENANGANAN PERTAMA DAN REPOSISI CEDERA OLAHRAGA

 Tindakan Reposisi Cedera Olahraga

1. Cedera Siku Lepas

Cedera siku lepas akibat dari adanya tarikan yang mendadak, sehingga tulang radius terlepas dari posisinya, membuat jaringan otot robek pada bagian pangkalnya. Cedera siku lepas bisa juga akibat terjatuh, kemudian menahan dengan lengan, namun karena lengan yang tidak kuat, membuat tekanan yang sangat kuat, lalu menghantam balik, sehingga tulang radius terlepas. Hal ini akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa sekali, terkadang jika penderita tidak kuat menahan rasa sakit, maka penderita dapat mengalami shock atau pingsan.

Perawatan yang dapat dilakukan adalah dengan mengistirahatkan bagian yang sakit atau lepas sendi tersebut dan mengurangi adanya pembengkakan yang terjadi. Kemudian bagian tulang radius yang terlepas dari posisinya tersebut, kita pegang bagian siku penderita, lalu kita mengembalikan posisi tulangnya dengan melakukan tarikan yang lembut, sehingga tulang radius terasa sudah pada posisinya semula, lalu kita ikat dengan bidai, sehingga tidak mudah goyang.

tindakan reposisi cedera olahraga

2. Cedera Metatarsal

Rasa sakit dikaki bagian depan merupakan keluhan yang sering muncul disebabkan oleh stress karena beban yang berlebihan yang terdapat dibawah kepala metatarsal yang lebih kecil. Lengkungan, kelelahan dan ketidaknyamanan yang menyerang semua kaki merupakan keluhan yang biasa, sebab pronasi yang berlebihan selalu menjadi sebab utama. Perawatan cedera metatarsal dapat dilakukan dengan menghindari penggunaan sepatu yang dapat mendatangkan gejala-gejala nyeri/ngilu. Perawatan dengan pijat pada bagian ruas-ruas tulang metatarsal dan memijat bagian ruas tulang metatarsal, sehingga kembali pada posisinya semula. Jari-jari tangan untuk  menekan bagian-bagian ruas tulang metatarsal menyusur dari bawah ke atas, gerakan ini sebaiknya dilakukan secara berulang-ulang. Terapi perlakuan yang baik untuk cedera tersebut adalah menendang bola dengan menggunakan punggung kaki ke arah tembok.

Tujuan terapi perlakuan tersebut agar bagian dari metatarsal yang cedera menjadi rileks. Kemudian untuk 24 jam pertama direndam atau dikompres dengan es selama 15-20 menit beberapa kali sehari. Usahakan es batu dibungkus dengan handuk basah, lalu es batu yang dibungkus tersebut dihancurkan hingga lumat, sehingga dapat mengikuti kontur tulang atau otot yang mengalami cedera yang akan dikompres. Setelah itu lalu berikan balutan yang menekan kemudian penderita cedera diistirahatkan

3. Cedera Jari-jari kaki

Cedera pada jari-jari kaki terjadi bilamana ibu jari kaki tidak lagi mampu bergerak. Cedera dibagian jari kaki terjadi pada persendian yang terbentuk oleh metatarsal dan tulang phalangeal yang ada pada ibu jari kaki. Mati gerak biasanya terjadi setelah ada cedera. Contohnya kasus ibu jari kaki yang terkilir saat bermain sepakbola. Jika bagian cartilago rusak karena cedera akan menjadi kasar disebabkan oleh peradangan, maka gerakan dapat hilang.

Dimulai dengan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab sendi teriritasi, kemudian pijat bagian cartilago secara perlahan dari bawah sampai dengan atas, kemudian tekan bagian plantar fascities secara berulang-ulang, sehingga rasa nyeri atau ngilu hilang. Terapi yang baik untuk cedera tersebut di atas adalah dengan menginjak-injak batu koral dan sejenisnya. sehingga daerah jari-jari kaki akan menjadi rileks dan gumpalan pada bagian jari-jari kaki yang cedera dapat kendor. 

Lakukan juga tarikan ujung ibu jari yang dislokasi dengan tarikan yang cukup kuat tapi perlahan/ tidak boleh disentak. Sambil menarik, sendi yang dislokasi dipegang dengan ibujari dan telunjuk. Jika berhasil akan terasa bahwa sendi itu kembali ketempatnya semula.

Kemudian setelah cedera yang diderita telah lebih dari 24 jam pertama, maka sebaiknya kaki direndam atau dikompres dengan es selama 15-20 menit beberapa kali sehari. Usahakan es batu dibungkus dengan handuk basah, lalu es batu yang dibungkus tersebut dihancurkan hingga lumat, sehingga dapat mengikuti kontur tulang atau otot yang akan dikompres, lalu berikan balutan yang menekan kemudian diistirahatkan.

4. Cedera Plantar kaki

Rasa sakit yang terus menerus yang terletak pada plantar (telapak kaki), biasanya sangat terasa pada bagian dasar tumit dan paling dekat pada bagian dalam. Bagian Plantar fascitis paling dapat dikenali pada waktu pagi pada saat bangun pagi dan mulai melangkah secara anatomi. Plantar fascia merupakan sebuah serat berstruktur menyerupai tendon yang ada di telapak kaki secara memanjang. Pangkal plantar fascia adalah calcaneus, atau tulang tumit. Perawatan yang paling utama adalah dengan melakukan pemijatan sekitar plantar fasciitis (telapak kaki) agar ketegangan otot telapak kaki dapat dikurangi, sehingga ketegangan telapak kaki menjadi rileks.

Tindakan terapi yang paling efektif untuk kesembuhan cedera plantar kaki adalah dengan menginjak-injak batu koral, dengan tujuan agar bagian plantar yang sangat tegang/ stress dapat menjadi buyar dan kendor, sehingga ketegangan tendon berkurang. Kemudian untuk 24 jam pertama plantar kaki direndam atau dikompres dengan es selama 15-20 menit beberapa kali sehari. Usahakan es batu dibungkus dengan handuk basah, lalu es batu yang dibungkus tersebut dihancurkan hingga lumat, sehingga dapat mengikuti kontur tulang/otot yang mau dikompres, lalu berikan balutan yang menekan kemudian diistirahatkan. Pemijatan harus dilakukan dengan lembut disekitar telapak kaki, untuk mengetahui apakah ada kelainan otot atau sendi.

Menginjak bola tennis dimulai dengan tekanan yang lembut sampai pada tekanan yang cukup keras sehingga rasa sakitnya berangsur hilang. Pemijatan telapak kaki harus dilakukan dengan lembut disekitar telapak kaki, untuk mengetahui apakah ada kelainan otot atau sendi.

5. Cedera Calcaneal (Tulang Tumit)

Penyebab nyeri tumit adalah calcaneal apophysitis karena melakukan aktivitas fisik, terutama yang melibatkan benturan/tumbukan yang terus menerus pada kaki, tetapi akan mereda dengan istirahat. Apabila sering mengalami rasa sakit yang hebat akan dapat menyebabkan kaki menjadi pincang. Tumit akan tampak membengkak, panas dan sakit bila disentuh. Perawatan dengan menghindari benturan yang berlebihan, lalu kompres panas dan dingin setiap hari.  Lakukan pemijatan pada sisi kiri dan sisi kanan sambil  menekan bagian tengah tumit secara berulang-ulang, sampai rasa nyeri berkurang/hilang.

Tindakan terapi yang baik untuk mempercepat pemulihan cedera plantar kaki tersebut adalah dengan menginjak-injak batu koral yang agak kecil, boleh juga batu koral tersebut di tutup atau dilapisi kain handuk  sehingga injakan kaki dapat lebih lembut. Kemudian bagian yang cedera untuk 24 jam pertama kaki direndam atau dikompres dengan es selama 15-20 menit beberapa kali sehari. Usahakan es batu dibungkus dengan handuk basah, lalu es batu yang dibungkus tersebut dihancurkan hingga lumat, sehingga dapat mengikuti kontur tulang atau otot yang mau dikompres, lalu berikan balutan yang menekan kemudian diistirahatkan.

Pemijatan tumit atau plantar kaki yang cedera dapat dilakukan disekitar samping tumit, kemudian pemijatan dilakukan pada bagian tengah tumit. Pemijatan sebaiknya dengan melakukan tekanan pada bagian yang menonjol.


Referensi:

  • Fondy, Tommy. (2012). Merawat dan Mereposisi Cedera Tubuh. Banten: Pustaka Tumbur.

Posting Komentar untuk "PENANGANAN PERTAMA DAN REPOSISI CEDERA OLAHRAGA"