PENGERTIAN VALIDITAS TES

 Pengertian Validitas Tes

Validitas atau kesahihan menunjuk pada derajat bukti dan teori mendukung penafsiran skor tes sebagai tujuan penggunaan tes. Apabila tujuan tes untuk mengukur kemampuan matematika, maka penafsiran hasil tes harus berdasarkan teori yang digunakan, yaitu definisi tentang kemampuan matematika. Proses validasi merupakan pengumpulan bukti-bukti untuk rnemberi dasar saintifik penafsiran skor tes. Jadi, validitas merupakan hal penting dalam pengembangan instrument baik tes maupun nontes.

Ada lima sumber bukti validitas yang penting yaitu, bukti berdasarkan isi tes, bukti berdasarkan proses respons, bukti berdasarkan struktur internal, bukti berdasarkan hubungan dengan variabel lain, dan bukti berdasarkan konsekuensi pengujian. Tes yang baik harus dibuat sedemikian rupa sehingga mudah digunakan. Bisa saja dikembangkan tes yang sangat akurat hasilnya, namun pelaksanaannya memerlukan dukungan fasilitas dan kemampuan yang sulit dipenuhi. Oleh karena itu, akurasi hasil suatu tes juga harus disertai dengan kemudahan penggunaannya.

Pengertian Validitas

Pengertian Validitas

Validitas merupakan dukungan bukti dan teori terhadap penafsiran skor tes sesuai dengan tujuan penggunaan tes. Oleh karena itu, validitas merupakan fundamen paling dasar dalam mengembangkan dan mengevaluasi sutau tes. Proses validasi meliputi pengumpulan bukti-bukti untuk menunjukkan dasar saintifik penafsiran skor seperti yang direncanakan. Validitas adalah penafsiran skor tes seperti yang tercantum pada tujuan pengunaan tes, bukan  tes itu sendiri. Apabila skor tes digunakan ditafsirkan lebih dari satu makna, setiap penafsiran atau pemaknaan harus divalidasi.

Kesahihan isi dilihat dari kisi-kisi tes, yaitu matrik yang menunjukkan bahan tes serta tingkat berpikir yang terlibat dalam mengerjakan tes. Kesahihan ini ditelaah sebelum tes digunakan. Kesahihan konstruk diperoleh dari hasil analisis faktor, yaitu jumlah faktor yang diukur suatu tes. Bukti kesahihan konstruk diperoleh dari hasil penggunaan tes, yaitu data empirik. Kesahihan prediktif juga memerlukan data empirik untuk dapat menghitungnya.

Apabila kita ingin mengetahui berat sebuah cincin emas, maka kita harus menggunakan timbangan emas agar hasil ukur itu dapat dikatakan valid. Sebuah timbangan beras memang mengukur “berat”, tetapi tidak cukup cermat guna mengukur berat emas. Karena itu sebuah timbangan beras tidak valid guna mengukur berat emas. Demikian pula bila kita ingin menghitung waktu tempuh yang kita perlukan dari suatu kota ke kota lainnya dengan mengendarai mobil, sebuah jam tangan biasa adalah valid untuk digunakan. Tetapi jam tangan yang sama tidak cukup valid guna mengukur waktu yang diperlukan seorang atlet pelari cepat dalam menempuh jarak 100 meter, karena kita memerlukan unit waktu terkecil sampai pada pecahan detik.

Pengertian validitas suatu tes mengacu tingkat kebenaran penafsiran skor tes. Penafsiran ini berdasarkan pada tujuan penggunaan tes. Bila kita ingin mengukur kemampuan bahasa seseorang, maka harus ada definisi tentang bahasa. Definisi inilah yang menjadi dasar untuk menafsikran skor hasil tes. Sebuah tes biasanya hanya menghasilkan ukuran yang valid untuk satu tujuan ukur tertentu. Karena itu, predikat valid seperti dalam pernyataan “tes ini valid” tidaklah benar. Pernyataan valid harus diiringi dengan keterangan yang menunjuk kepada tujuan, yaitu valid untuk mengukur apa. Lebih lanjut, valid bagi siapa. Karena itu, suatu tes yang sangat valid guna pengambilan suatu keputusan dapat tidak berguna dalam pengambilan keputusan lain.

Perlu pula dipahami bahwa dalam proses validasi, sebetulnya kita tidak bertujuan melakukan validasi tes tetapi melakukan validasi terhadap interpretasi data yang diperoleh melalui prosedur tertentu. Ketepatan interpretasi atau penafsiran hasil suatu tes berdasarkan bukti-bukti yang mendukung. Ada beberapa sumber bukti validitas tes  yang penting sesuai dengan tujuan penggunaan tes. Bukti validitas diperoleh melalui  akumulasi bukti-bukti yang mendukung penafsiran skor suatu tes. Sesuai dengan tujuan penggunaan tes bukti validitas dikelompokkan menjadi empat, yaitu bukti berdasarkan isi tes,  bukti berdasarkan proses respons, bukti berdasarkan struktur internal, dan bukti berdasarkan hubungan dengan variabel lain.


Daftar Pustaka:

  • Djemari Mardapi. (2016). Pengukuran, Penilaian dan Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Prama Publishing.


1 komentar untuk "PENGERTIAN VALIDITAS TES"

  1. The King Casino | Ventureberg
    The 더킹 카지노ventureberg King Casino, owned by Crown Resorts, is a 메리트 카지노 가입 쿠폰 unique, high-end destination resort on the Las Vegas 1xbet korean Strip. The site is just a short stroll from The Venetian Casino w88 and 슬롯

    BalasHapus