Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

MANFAAT OLAHRAGA UNTUK KESEHATAN

 MANFAAT DAN KEUNTUNGAN OLAHRAGA UNTUK KESEHATAN

Pengertian sehat menurut UU Pokok Kesehatan N0. 9 tahun 1960 BAB 1 Pasal 2 yaitu keadaan yang meliputi Kesehatan badan (jamani), rohani (mental), social, serta bukan hanya keadaan bebas penyakit, cacat, dan kelemahan. Pengertian tersebut sejalan dengan WHO tahun 1975 yang berbunyi; sehat adalah suatu kondisi yang bebas dari segala jenis penyakit, baik fisik, mental, dan social. Seseorang yang sehat dinamis tentu sehat statis, namun tidak demikian sebaliknya seseorang yang sehat statis belum tentu sehat dinamis. Kian tinggi derajat sehat dinamis seseorang, kian besar kemampuan kerja fisiknya dan kian kecil kemungkinan terjadi kelelahan. Orang seperti itu memiliki derajat kebungaran jasmani yang tinggi.

https://www.ublikpendidikan.com/2022/01/manfaat-olahraga-untuk-kesehatan.html

Skarkey (2003), Kuntaraf (1993), Suharjana (2010), Robergs & Roberts (1997) ada beberapa manfaat olahraga untuk Kesehatan bagi orang-orang yang biasa melakukan olahraga secara teratur dan terukur. Manfaat nya tersebut antara lain; (1) menguatkan jantung, (2) menurunkan tekanan darah, (3) menyembuhkan diabetes melitus, (4) menyeimbangkan darah, (5) mencegah osteoporosis. Manfaat-manfaat olehraga untuk Kesehatan tersebut akan dijabarkan sebagai berikut:

1. Olahraga dapat menguatkan jantung

Penyakit jantung coroner di dunia ini merupakan penyebab utama kematian, mengingat penyakit jantung merupakan pemyakit yang menakutkan, kiranya penting bagi siapa saja untuk mengetahui penyebab maupun cara penanggulangannya. Munculnya penyakit jantung disebabkan oleh banyak factor, seperti sejarah keluarga yang mendpat serangan jantung sebelum usia 50 tahun, keperibadian yang mudah menghasilkan ketegangan dan stress, kebiasaan merokok, kadar kolestrol dan trigliserida darah yang meningkat, serta aktivitas tubuh yang kurang. Salah satu penyakit jantung yang terkenal adalah Thrombosis Koroner. Penyakit ini terjadi karena adanya penebalan pada jaringan arteri yang dibentuk oleh pembuluh darah coroner. Penebalan dan pengerasan pembuluh darah tersebut dikenal dengan istilah “Ateriosklerosis”. Penyempitan pembuluh darah akibat ateriosklerosis, meyebabkan aliran darah melalui pembuluh darah tersebut menjadi berkurang. Penyempitan pembuluh darah ini dapat menyebabkan pembuluh terluka, dan luka ini membentuk pengumpalan darah yang selanjutnya dapat menyumbat pembuluh darah jantung. Kalua ini terjadi jantung menjadi lemah atau bahkan dapat berhenti mendadak dan timbullah serangan jantung atau disebut thrombosis coroner, yang dapat menyebabkan seseorang meninggal dunia secara mendadak.

Olahraga dapat mengurangi risiko mendapatkan penyakit jantung. Olahraga dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih lebar, bahkan bila terjadi penyumbatan pembuluh darah, maka dengan olahraga dalam waktu lama dapat memacu pertumbuhan pembulu darah kapiler baru di sekitar pembuluh darah yang tersumbat tersebut. Aliran pembuluh darah baru tersebut menyebabkan jantung tetap mendapat pasokan oksigen, dengan berolahraga juga dapat membuat cardiac output jantung lebih baik dari orang yang tidak berolahraga. Pada saat istirahat cardiac output 5-6 liter permenit. Pada waktu Latihan cardiac output orang tidak berolahraga 25 liter permenit, sedangkan orang yang berolahraga 40 liter permenit.

2. Olahraga dapat menurunkan tekanan darah tinggi

Agar seluruh bagian tubuh menerima suplai darah yang diperlukan, maka darah pada pembuluh arteri selalu berada pada tekanan tertentu. Tekanan inilah yang dimaksud dengan tekanan darah. Tekanan darah seseorang dikatakan normal, jika tekanan sistolik dan diastoliknya adalah 120/80 mmHg. Tekanan darah tersebut bisa naik dua kali lipat Ketika melakukan aktivitas fisik. Dengan demikian tingginya tekanan darah tidak perlu dicemaskan, jika dalam waktu sementara, tetapi jika tekanan darah tinggi berlangsung dalam waktu yang terus menerus perlu diwaspadai, mungkin ada sesuatu yang terjadi dalam tubuh.

Seseorang dikatakan memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi), jika tekanan darah melebihi 140/90 mmHg, untuk segala usia. Orang yang terkena tekanan darah tinggi, jantung akan bekerja lebih berat dan dapat berakibat terjadinya pembesaran jantung. Tekanan darah tinggi, juga dapat menyebabkan pembuluh darah arteri menjadi cacat, sempit dan kurang elastis. Akibat jangka Panjang dari keadaan ini, kemungkinan akan dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung karena penyembatan pembuluh darah. Bagi penderita hipertensi untuk mengurangi tekanan darah, selain dengan pengobatan, juga dianjurkan untuk memperbaikigaya hidup terutama mengurangi kosumsi garam, mengurangi alcohol, mengurangi ketegangan, dan berolahraga aerobic secara teratur. Olahraga dapat merangsang pertumbuhan pembuluh darah kapiler, sehingga dapat memperlancar peredaran darah dan kahirnya tekanan darah menjadi berkurang. Olahraga dapat membantu mengeluarkan garam dan air sehingga volume darah menurun dan tekanan darah menjadi normal.

3. Olahraga dapat menyembuhkan diabetes melitus

Penyakit diabetes Meletus dikenal secara umum  dengan istilah kencing manis, yang bisa menyerang siapa saja, anak-anak maupun orang dewasa tetapi biasanya ti,nul pada orang dewasa atau orang tua, tanda yang nyata dari penyakit ini adalah tingginya kadar gula pada darah dan air seni. Gejala dari diabetes ditandai oleh adanya ras haus, selera makan yang tinggi, tetapi dilain pihak juga di ikuti turunya berat badan, ada dua macam penyakit diabetes melitus tergantung insulin, dan selebihnya termasuk dalam kelompok penderita diabetes tidak tergantung insulin. Dari jumlah penderita diabetes melitus, hanya bagian kecil, yaitu kurang 10% yang tergolong diabetes tergantung insulin, dan selebihnya termasuk dalam kelompok penderita diabetes tidak tergantung insulin. Diabetes tergantung  pada insulin biasa datang pada segala usia, seklaipun masih usia muda. Untuk merawat penderita jenis diabetes ini, sangatlah tergantung pada suntikan insulin untuk memelihara kehidupannya. Diabetes tidak tergantung insulin biasanya datang pada usia diatas 40 tahun, dan lebih dari 80% penderita jenis ini adalah orang yang mengalami kegemukan.

Gejala yang tampak pada penderita diabetes jenis ini adalah tubuh terasa letih, sering buang air kecil dalam malam hari, mudah lapar, dan terjadi penurunan berat badan. Banyak penderita diabetes yang memiliki kadar gulkosa dan isulin dalam darah tinggi, tetapi tubuhnya tidak peka lagi terhadap insulin. Ketidak pekaan tubuh terhadap insulin dalam darah tersebut, disebabkan oleh bayaknya kadar lemak dalam darah, dengan demikian jika kadar lemak dalam darah dikurangi dengan cara pengobatan atau pengaturan pola makan, maka kepekaan tubuh terhadap insulin akan meningkat dan mengurangi penderita diabetes melitusnya. Olahraga yang terukur dapat menyembuhkan diabetes melitus tidak tergantung insulin, karena olahraga dengan intensitas tertentu dapat membakar lemak dalam darah. Berkurangnya kadar lemak darah akan menambah kepekaan tubuh terhadap insulin dan akhirnya gula darahnya juga semakin menurun.

Diabetes Prevention Program, pernah mempublikasikan hasil penelitiannya yang menujukkan bahwa dengan berjalan kaki selama 30 menit sebanyak 5 kali seminggu yang disertai dengan porsi makan, ternyata dapat mengurangi resiko diabetes hingga mencapai 50% pada partisipan yang kelibahan berat badan dan memiliki kadar gula darah tinggi (Gichara, 2009). Bagi penderita diabetes melitus, sebelum dan sesudah jalan kaki sebainya dilakukan pengecekan kadar gula darah, jika kadar gula darah terlalu tinggi (lebih 200 mg/ml) sebaiknya ditunda dulu jalan kakinya sehingga sampai kadar gula menurun. Sebaiknya jalan kaki dilakukan 1-2 jam setelah makan.

4. Olahraga dapat menyeimbangkan darah

Jika seseorang mengetahui kadar kolestrol dalam darah tinggi, umumnya  ia berkeinginan menurunkan kolestrol agar terhindar dari penyempitan pembuluh darah. Olahraga merupakan salah satu cara untuk menurunkan kolestrol. Kolestrol terdiri atas HLD (High density lipoproteins) dan DLD (low density lipoproteins). Dalam darah HDL berfungsi melapisi bagian dalam dari dinding ateri, dan jika terjadi penumpukan lemak, akan membantu melarutkan. LDL dapat dengan cepat membentuk penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah.

Untuk menjaga kelancaran peredaran darah, perlu mempunyai HDL yang tinggi, dalam hubungannya dengan jumlah kolestrol. Jika HDL tinggi, resiko mendapatkan serangan jantung lebih rendah, dan sebaliknya jika HDL rendah resiko mendapatkan serangan jantung bertambah. HDL pada laiki-laki maksimal 5 dan pada Wanita 4. Dengan demikian jika kolestrol 200, maka HDL laki-laki harus 40, dan pada Wanita 50, tetapi untuk mudahnya HDL laki-laki sedikitnya harus 20% dari jumlah kolestrol dan Wanita paling sedikit 25% dari jumlah kolestrol. Jika HDL lebih kecil dari presentase tersebut, kemungkinan akan terjadi anterioskerosis. Agar tubuh dalam keadaan sehat sebaiknya jumlah kolestrol di bawah 200. Bila kadar kolestrol melebihi 200, maka HDL nya harus tinggi. Akan tetapi jika jumlah kolestrol rendah tetapi jumlah HDL nya juga rendah maka tubuh tidak sehat.

Penyakit-penyakit kronis seperti ateriosklerosis dan jantung coroner, prosenya sangat lambat, pengerasan pembuluh darah tidak terjadi secara spontan, prosesnya bisa berjalan bebera tahun, belasan atau puluhan tahun baru menyebabkan seluruh pembulu darah tersumbat. Bagi manusia usia 40-50 tahun, akibat aterisklerosis dalam satu tahun penyempitan pembuluh darah bisa mencapai kurang lebih 1-2%, dan jika perokok atau penderita tensi tinggi, maka penyempitan bisa mencapai 3-4% setahun. Akan tetapi, jika kondisi psikis sekali saja tegang, misalnya marah atau gelisah dalam 1 menit saja, pembuluh darah dapat menyempit 100%, dan akhirnya akibat terburuk bisa saja terjadi pada penderita. Menurut Gonong (1995) orang-orang yang mempunyai LDL tinggi mempunyai insidensi terhadap ateriosklerosis dan stroke lebih tinggi dari orang yang mempunyai LDL normal. Orang-orang yang HDL nya tinggi mempunyai insidensi yang lebih rendah. Bagi orang-orang yang berolahraga, HDL nya akan meningkat, sementara orang yang meroko, kegemukan dan lebih banyak duduk HDL nya akan menurun.

5. Olahraga dapat mencegah osteoporosis

Osteoporosis adalah suatu kondisi berkurangnya massa tulang secara nyata yang berakibat pada rendahnya kepadatan tulang, sehingga tulang menjadi mudah pata dan tidak tahan terhadap benturan. Data dari International Osteoporosis Foundation (IOF) menyebutkan bahwa satu dari tiga Wanita dan satu dari delapan pria yang berusia di atas 50 tahun memiliki resiko mengalami patah tulang akibat osteoporosis dalam hidupnya (Muljadi Hartono, 2004). Penyebab nyata osteoporosis tidak dapat dimengerti sepenuhnya, tetapi kondisi tersebut berhubungan dengan factor hormonal, ketidak seimbangan nutrisi, dan kurangnya olahraga. Penelitian yang dilakukan dr. William J. Evans dari Pencylvania, AS, melaporkan bahwa kelompok anak-anak perempuan berusia 7-11 tahun yang tiap harinya berlatih senam mempunyai kedapatan tulang 30% lebih besar dari kelompok anak-anak yang tidak berlatih.

Menurut Hamill & Knutzen (2003) olahraga dengan intesitas ringan sampai sedang dapat meningkatkan kandungan mineral tulang pada orang tua. Penelitian menujukkan bahwa kandungan mineral tulang pada usia 50-72 tahun yang aktif berolahraga lari lebih besar dari pada kelompok orang yang tidak berolahraga lari. Pengeroposan tulang terjadi sebesar 4% setiap 2 tahun sekali bagi orang yang aktif beolahraga, dan 6-7% setiap 2 tahun bagi orang yang tidak berolahraga lari. Gaya hidup dan kebiasaan aktivitas terlihat berperan penting dalam menjaga Kesehatan tulang. Penelitian menujukan bahwa timbulnya osteoporosis 47% terjadi pada populasi yang perkerjaannya duduk terus-menerus atau relative diam, dibandingkan hanya 23% pada populasi yang pekerjaanya melibatkan aktivitas fisik yang keras. Olahraga yang baik untuk meningkatkan Kesehatan tulang selain lari adalah olahraga dengan intensitas tinggi dan repetisi rendah seperti olahraga menggunakan beban.

Dari uraian diatas telah dijelaskan mengenai manfaat dari olahraga terhadap Kesehatan, manfaatnya yaitu dengan berolahraga dapat menuatkan jantung kita, bisa menurunkan tekanan darah tinggi, dapat menyembuhkan diabetes melitus, bisa menyeimbangkan tekanan darah, serta dapat mencengah terjadinya osteoporosis, dengan olahraga yang rutin kita dapat mencegah berbagai penyakit yang tidak kita ingginkan.


Referensi:

  • Gonong, W.F. (1995). Review of medical physiology. California: Appleto & Lange Inc.
  • Hamill, Joseph, H & Knutze, Kathleen, K. (2003). Biomechanical basis of human movement. Second Edition. USA: Lippincott Williams.
  • Kuntaraf, J & Kuntaraf, K. (1993). Olahraga sumber Kesehatan. Jakarta: Indonesia Publishing House.
  • Muljadi Hartono. (2004). Mencegah dan mengatasi osteoporosis. Jakarta: Puspa Swara.
  • Robergs, R.A & Roberts, S.O. (1997). Exercise physiology. Boston: Mosby-Year Book, Inc.
  • Sharkey, B.J. (2003). Fitness and health. Alih Bahasa kebugaran dan Kesehatan oleh: Eri Desmarini Nasution. Jakarta: PT: Raja Grafindo Persada.
  • Suharjana. (2010). Kebugaran dan Kesehatan bagi kesuksesan hidup sepanjang hayat. Naskah Pidato Guru Besar UNY.
  • ________. (2013). Kebugaran jasmani. Yogyakarta: Jogya Global Media.


Posting Komentar untuk "MANFAAT OLAHRAGA UNTUK KESEHATAN"