BERPIKIR DEDUKTIF DAN INDUKTIF DALAM PENELITIAN ILMIAH

Berpikir Deduktif dan Induktif Dalam Penelitian

Ilmu pegetahuan berawal dari kekaguman manusia akan alam yang dihadapainya baik besar maupun kecil, manusia dibekali dengan Hasrat ingin tahu. Hasrta ingin tahu manusia terpuaskan kalua dia memperoleh pengetahuan yang diinginkan yaitu pengetahuan yang benar. Dalam penelitian ilmiah ada dua cara dalam berpikir yaitu berpikir deduktif dan berpikit induktif, dalam artikel ini akan di Bahasa satu persatu bagaimana cara berpikir deduktif dan induktif.

bepikir deduktif dan induktif

Cara berpikir deduktif

Cara berpikir deduktif merupakan cara berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum ke pernyataan yang bersifat khusus dengan memakai kaidah logika tertentu. Cara ini merupakan system penyusunan fakta untuk menarik kesimpulan yang dilakukan melalui serangkaian pertanyaan yang disebut dengan silogisme, yang terdiri atas;

  • Dasar pemikiran utama (premis mayor)
  • Dasar pemikiran ke dua (premis minor)

Contoh:

  • Semua hewan akan mati (premis mayor)
  • Kucing termasuk hewan (premis minor)
  • Kucing akan mati (kesempulan)

Dalam cara berpikir deduktif, bila dasar pemikirannya benar maka dapat dipastikan kesimpulannya benar. Cara berpikir ini memungkinkan seseorang Menyusun premis-premis menjadi pola-pola yang dapat memberikan bukti-bukti kuat bagi penarikan kesimpulan yang sahih (valid). Dalam penelitian cara berpikir ini memberikan sarana penghubung antara teori dengan pengamatan (observasi). Berdasarkan teori-teori yang sudah ada, peneliti dapat manarik kesimpulan tentang gejala yang seharusnya diamati.

Cara berpikir seduktif memiliki keterbatasan, kita harus memulai dengan dasar-dasar pemikiran yang benar terlebih dahulu untuk samapai pada kesimpulan yang benar. Kesimpulan silogisme tidak pernah dapat melapaui isi premis-premisnya. Karena kesimpulan deduktif selalu merupakan perluasan dari pengertahuan yang sudah ada sebelumnya, maka penyelidikan ilmiah tidak dapat dilaksanakan hanya dengan menggunakan cara berpikir deduktif saja, karena sulitnya menentukan kebenaran universal dari berbagai pernyataan mengenai gejala ilmiah. Cara berpikir deduktif dapat menyususn apa yang sudah diketahui dan dapat menujukkan adanya hubungan baru pada waktu seseorang bertolak dari hal-hal yang bersifat umum ke hal yang bersifat khusus.

Cara berpikir induktif

Cara berpikir induktif merupakan cara berpikir yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum dengan memakai kaidah logika tertentu. Cara berpikir ini merupakan koreksi dari cara berpikir deduktif. Kesimpulan yang berasal dari cara berpikir deduktif hanya benar apabila premis yang menjadi dasar kesimpulan (premis mayor) tersebut benar. Pernyataan muncul bagaimana seseorang bisa yakin bahwa premis mayor tersebut benar?. Di masa lalu kebenaran premis oleh penguasa. Akibatnya kesimpulan yang dihasilkan menjadi tidak valid.

Seorang penyelidik dapat membuat kesimpulan umum berdasarkan fakta yang dikumpulkan melalui pengamatan langsung. Para peneliti dapat mengumpulkan fakta-fakta dari lapangan untuk kemudian disimpulkan secara umum.

Penggunaan cara berpikir induktif dipelopori oleh Francis Bacon. Menurutnya pengamatan dapat dilakukan pada kejadian-kejadian tertentu dalam suatu kelas. Untuk lebih jelas perbedaan antara cara berpikir deduktif dan induktif dapat dilihat dari gambaran berikut ini:

Deduktif :

  • Semua ikan hidup di air
  • Nila merupaka ikan
  • Nila hidup di air

Induktif : 

  • Setiap nila yang pernah diamati hidup di air
  • Setiap nila hidup di air

Dari dua contoh tersebut, tampak bahwa dalam cara berpikir deduktif dasar pikiran harus diketahui terlebih dahulu sebelum kesimpulan ditarik. Namun dalam cara berpikir induktif, kesimpulan dapat dicapai dengan berjalan mengamati contoh-contoh, berulah dibuat generalisasi untuk seluruh kelas. Makin banyak contoh-contoh yang diamati akan makin baik pula kesimpulanya. Idealnya seluruh kelas harus diamati agar dapat sepenuhnya disimpulkan. Hal ini dinamakan induksi sempurna. Sedangkan bila pengamatan tidak mungkin dilakukan pada seluruh kelas, namun hanya pada Sebagian saja, hal ini dinamakan induksi tak sempurna.

Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa dalam pendekatan ilmiah ada dua cara berpikir yaitu cara berpikir deduktif dan cara berpikir induktif. Cara berpikir deduktif yaitu cara berpikir dari umum ke khusus, sedangkan cara berpikir induktif sebalikanya dari deduktif yaitu dari khusus ke umum.


Referensi
  • Wagiran. (2013). Metodologi Penelitian Pendidikan (Teori dan Implementasi). Yogyakarta: Deepublish.

Posting Komentar untuk "BERPIKIR DEDUKTIF DAN INDUKTIF DALAM PENELITIAN ILMIAH"