Pendekatan Ilmiah

Ilmu pengertahuan berawal dari kekaguman manusia akan alam yang dihadapi baik besar (macro cosmos) maupun alam kecil (micro cosmos). Manusia dibekali dengan hasrat ingin tahu. Sifat ingin tahu manusia telah dapat disaksikan sejak manusia itu masih kanak-kanak. Hasrat ingin tahu manusia terpuskan kalua dia memperoleh pengetahuan mengenai hal yang dipertanyakan. Pengetahuan yang diinginkan adalah pengetahuan yang benar. Pengetahuan yang benar atau kebenaran memang secara inhern dapat dicapai manusia baik melalui pendekatan ilmiah maupun non ilmiah (akal sehat, prasngka, intuisi, penemuan kebetulan dan coba-coba, pendapat otoritas dan pikiran kritis).

Tujuan dari semua ilmiah adalah untuk menjelaskan, memperediksikan, atau mengontrol fenomena. Tujuan ini didasarkan pada asumsi bahwa semua perilaku dan kejadian adalah beraturan dan bahwa semua akibat memepunyai penyebab yang dapat diketahui. Kemajuan kea rah tujuan ini berhubungan dengan memperolehan pengetahuan dan pengembangan serta pengujian teori-teori. Eksitensi dari suatu teori yang dapat hidup sangat mempermudah kemajuan ilmu pengetahuan yang secara simultan menjelaskan banyak fenomena.

Pengetahuan mengenai hal yang dipertanyakan penelitian, dapat diperoleh dari berbagai sumber. Sumber-sumber pengetahuan tersebut dapat dikelompokkan menjadi lima (5) yaitu:
  1. Pengalaman
  2. Otoritas/wewenang
  3. Cara berpikir deduktif
  4. Cara berpikir induktif
  5. Pendekatan ilmiah


Referensi
  1. Emzir. 2012. Metodologi penelitian pendidikan: Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Kharisma Pura Utama Offset.
  2. Wagiran. 2014. Metodologi Penelitian Pendidikan: Teori dan Implementasi. Yogyakarta: Deepublish.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pendekatan Ilmiah"

Posting Komentar