Berpikir Deduktif



Cara berpikir deduktif merupakan car berpikir yang bertolak dari pertanyaan yang bersifat umum ke pertanyaan yang bersifat khusus dengan memakai kaidah logika tertentu. Cara ini merupakan sistem penyusunan fakta untuk menarik kesimpulan yang dilakukan melalui serangkaian pertanyaan yang disebut dengan silogisme, yang terdiri atas:
  • Dasar pemikiran utama (premis mayor)
  • Dasar pemikiran ke dua (premis minor)
  • Kesimpulan
      Contoh
  • Semua hewan akan mati (premis mayor)
  • Kucing termasuk hewan (premis minor)
  • Kucing akan mati (kesimpulan)
Dalam car berpikir deduktif, bila dasar pemikirannya benar maka dapat dipastikan kesimpulannya benar. Cara berpikir ini memungkinkan seseorang menyusun premis-premis menjadi pola-pola yang dapat memberikan bukti-bukti kuat bagi penarikan kesimpulan yang sahih (valid). Dalam penelitian, cara berpikir ini memberikan sarana penghubung antara teori dengan pengamatan (observasi). Berdasarkan teori-teori yang sudah ada, peneliti dapat menarik kesimpulan tetang gejala yang seharusnya diamati.

BACA JUGA : Cara Berpikir Induktif
 
Cara berpikir deduktif memiliki keterbatsan. Kita harus memulai dengan dasar-dasar pemikiran yang benar terlebih dahulu untuk sampai pada kesimpulan yang benar. Kesimpulan silogisme tidak pernah dapat melampaui isi premis-premisnya. Karena kesimpulan deduktif selalu merupakan perluasan dari pengetahuan yang sudah ada sebelumnya, maka penyelidikan ilmiah tidak dapat dilaksanakan hanya dengan menggunakan cara berpikir deduktif saja, karena sulitnya menentukan kebenaran universal dari berbagai pernyataan mengenai gejala ilmiah. Cara berpikir deduktif dapat menyusun apa yag sudah diketahui dan dapat menujukkan adanya hubungan baru pada waktu seseorang bertolak dari hal-hal yang bersifat umum ke hal yang bersifat khusus.


Referensi
Wagiran. 2014. Metodologi Penelitian Pendidikan: Teori dan Implementasi. Yogyakarta: Deepublish.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Berpikir Deduktif "