Hakikat Imagery

Imagery merupakan salah satu bentuk latihan mental yang populer di dunia olahraga. Telah banyak penelitian yang mayoritas membuktikan latihan imagery mampu memberi efek positif dan meningkatkan performa pada atlet (Olsson, 2008). Latihan mental imagery merupakan teknik yang sering digunakan para pelatih dan ahli psikologi olahraga dalam membantu meningkatkan performa atlet (Alihojjati, 2014). Salah satu hal yang dapat ditingkatkan dengan latihan imagery adalah konsentrasi. Menurut Alihojjati (2014) imagery adalah proses kognitif dalam otak yang penting dalam proses pelaksanaan gerak. Terdapat berbagai definisi terkait latihan imagery. Imagery adalah salah satu teknik yang efektif dalam meningkatkan performa atlet yang digunakan rutin pada saat berlatih dan berkompetisi. Vealey & Walter (1993) “Imagery may be defined as using all the senses to recreate or create an experience in the mind”. Pengertian tersebut mempunyai makna bahwa imagery adalah penggunaan seluruh panca indera untuk merancang atau mewujudkan sebuah pengalaman di dalam pikiran. Imagery sebuah pengalaman perceptual namun dapat terjadi tanpa adanya rangsangan yang sebenarnya terhadap indera yang relevan (Gunarsa, 2008). Wiernberg & Gould (2007) mengemukakan imagery adalah suatu bentuk dari simulasi yang mirip dengan pengalaman langsung yang diperoleh dari melihat merasakan dan mendengar. Namun keseluruhan pengalaman ini hanya terjadi pada alam pikiran atau khayalan. Latihan imagery adalah suatu latihan dalam alam pikiran atlet, dimana atlet membuat gerakan-gerakan yang benar melalui imajinasi dan setelah dimatangkan kemudian dilaksanakan.


Latihan imagery dapat berarti tiga hal, yaitu: yang dapat dilihat atau visual, dapat didengar atau auditory dan dapat dirasakan atau kinesthetic (Poster & Foster dalam Sapta Kunta Purnama, 2013). Tekanan pokok dalam latihan imagery adalah semua atlet harus sudah memperoleh pengertian mengenai keterampilan dan bagaimana cara serta pola gerak yang akan dilakukan dalam keterampilan nyata. Pertama, atlet diberi gambaran mengenai teknik yang akan dilatihkan (apabila tujuan latihan adalah tentang penguasaan teknik). Adapun gambaran tentang teknik tersebut dapat berupa demontrasi pelatih, contoh gambar atau rekaman video dan lain-lain. Kedua, atlet diminta untuk mengingat kembali teknik yang dilatih tersebut, kemudian atlet membayangkan dirinya melakukan gerakan teknik tersebut sambil menutup mata. Dengan menutup mata dapat membantu para atlet dalam berkosentrasi terhadap apa yang sedang dilakukannya.
Berdasarkan beberapa pendapat ahli diatas terkait imagery dapat disimpulkan bahwa imagery adalah suatu bentuk latihan mental yang dilakukan oleh seorang atlet dengan melatih kemampuan pikiran untuk memunculkan gambaran terkait sebuah teknik dari pengalaman yang dimiliki dengan mengunakan indera yang ada kemudian mempraktekkan teknik tersebut secara nyata, tujuannya adalah untuk meningkatkan performa.


DAFTAR PUSTAKA

  1. Gunarsa, Singgih D. (2008). Psikologi olahraga prestasi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
  2. Hojjati, Ali. (2014). Comparison Ability of Movement Imagery perspectives in Elite, Sub-Elite and non Elite Athletes. International Research Journal of Applied and Basic Sciences. ISSN 2251-838X / Vol, 8 (6): 712-716 Science Explorer Publications.
  3. Olsson, C.-J. (2008). Imaging imagining actions. Doctoral dissertation from the Department of Integrative Medical Biology, section for Physiology, Umeå University, S-901 87 Umeå, Sweden. ISBN: 978-91-7264-658-2.
  4. Sapta Kunta Purnama. (2013). Latihan imagery. Jakarta. Jurnal IPTEK KONI. Volume 1. No. 1 Januari-April 2013. (hal 37-47).
  5. Spittle, Michael and Morris, Tony . ( 2011). Can internal and external imagery perspectives be trained?. Journal of mental imagery, vol. 35, no. 3-4, Fall/Winter, pp. 81-104.
  6. Weinberg, Robet S. and Gould, Daniel. 2007. Fourth Edition : Foundations of sport and exercise psychology. United States: Human Kinetics.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hakikat Imagery"

Posting Komentar