Objek Studi Ilmu Keolahragaan

Objek Studi Ilmu Keolahragaan

Pembatasan dari aspek ontologi berusaha menjawab pertanyaan yaitu apa objek studi ilmu keolahragaan yang dianggap unik dan tidak dikaji oleh ilmu disiplin lainya. Karakteristik dari objek studi ilmu keolahragaan adalah fenomena gerak manusia dalam konteks keolahragaan menjadi amat kompleks karena mengandung muatan aspek biologis, psikologis, budaya dan antropologi. Olahraga adalah bentuk perilaku gerak manusia yang spesifik. Arah dan tujuan orang berolahraga, termasuk waktu dan lokasi kegiatan dilaksanakan sedemikian beragam sehingga sebagai bukti bahwa olahraga itu merupakan fenomena yang relevan dengan kehidupan social olahraga juga ekspresi budaya berkarya pada manusia. Oleh sebab itu olahraga menujukkan kecenderungan khas dalam kaitanya yang begitu erat dengan ideologi, profesi, organisasi, pendidikan dan sains. Olahraga juga merupakan bagian dari budaya yang bersifat internasional, keragaman social budaya dan kondisi geografis yang spesifik juga menyebabkan keanekaragaman olahraga (KDI Keolahragaan, 2000 : 7).

Secara lebih spesifik arah kajian ilmu keolahragaan adalah ilmu tentangg manusia berkenaan dengan perilaku gerak insani yang diperagakan dalam adegan bermain, berolahraga dan berlatih. Karena itu esensi dari focus studi ilmu keolahragaan adalah studi dan pendidikan manusia dalam gerak. Itulah sebabnya ditegaskan arah pengakajian adalah gerak manusia (human movement), sehingga objek formalnya tak lain adalah gerak manusia dalam rangka pembentukan (forming) dan pendidikan. Hal ini selaras dengan pengertian olahraga itu sendiri yang dipahami sebagai proses pembinaan sekaligus pemebentukan melalui perantaraan raga, aktivitas jasmani, atau pengalaman jasmani (body experience) dalam rangka menumbuh kembangkan potensi manusia secara menyeluruh untuk menuju kesempurnaan (KDI Keolahragaan, 2000 : 7-8)




Jadi ilmu keolahragaan adalah pengetahuan yang sistematis dan teorganisir tentang fenomena keolahragaan yang dibangun melalui sebuah system penelitian ilmiah yang diperoleh dari medan-medan penyelidikan, produk nyata ilmu keolahragaan tampak dalam batang tubuh penegtahuan. Disiplin ilmu keolahragaan bersandar pada postulat, asumsi dan prinsip yang berbeda sesuai dengan rumpun akar disiplin ilmu.

Untuk disiplin ilmu keolahragaan rumpun humaniora atau hermeneutial-normative science:
  • Postulat : gerak pada hakikatnya menujukan adanya kehidupan
  • Asumsi : pengalaman nyata menghasilkan kematangan dan kedewasaan
  • Prinsip : pembinaan berlangsung melalui pelakonan secara langsung
Untuk disiplin ilmu keolahragaan rumpun ilmu pengetahuan dalam atau natural science: 
  • Postulat : gerak merupakan fungsi dari organ tubuh atau fungsi fisiologis
  • Asumsi : pengulangan membuat fungsi kian sempurna
  • Prinsip : peningkatan fungsi organ itu terjadi melalui latihan
Untuk disiplin ilmu keolahragaan rumpun ilmu pengetahuan social atau social-behaviour science: 
  • Postulat : aktivitas tercermin dalam perilaku
  • Asumsi : interaksi social berbuah pada prilaku harmonis dalam hubungan antar orang
  • Prinsip : belajar berlangsung melalui aktivitas sendiri (KDI Keolahragaan, 2000 : 8-9)

Daftar Pustaka
KDI-Keolahragaan. (2000). Ilmu keolahragaan dan rencana pengembanganya. Jakarta: Depdiknas.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Objek Studi Ilmu Keolahragaan"

Posting Komentar