Sampel Penelitian Survei

SAMPEL PENELITIAN SURVEI

Penelitian survei merupakan sebuah penelitian dimana informasi dikumpulkan dari sekelompok orang untuk menggambarkan beberapa aspek atau karakteristik misalnya kesanggupan, sikap, pendapat, keyakinan atau pengetahuan dari sebuah populasi (Franenkel, Wallen, Hyun, 2012: 393). Penelitian survei melibatkan pertanyaan-pertanyaan kepada sampel yang mewakili kelompok atau kelompok yang diteliti (Drew et al., 2008:166). Penelitian Survei merupakan suatu metode untuk menentukan hubungan-hubungan antarvariabel serta membuat generalisasi untuk suatu populasi yang dipelajari. Survei mampu mengerjakan hal tersebut karena prosedur pengumpulan data yang dipergunakan telah dibuat seragam dan telah distandardisasikan. Individu-individu yang dipilih dalam contoh (sample) dihadapkan pada sejumlah pertanyaan yang telah ditetapkan. Jawaban dari pertanyaan diklasifikasikan secara sistematis, sehingga dapat dibuat perbandingan-perbandingan kuantitatif,

Saat melakukan penelitian survei, peneliti harus mengetahui kemana dapat mengakses jenis informasi yang dibutuhkan. Peneliti mungkin memilih untuk mengumpulkan informasi dari subjek yang mengalami sebuah peristiwa, dari orang lain yang mempunyai hubungan dengan responden (seperti dari orang tua atau wali murid), atau dengan memeriksa data (seperti dokumen). Pilihan sumber informasi tergantung dari faktor-faktor berikut:
  1. Siapa yang punya akses informasi? Peneliti perlu bertanya pada orang yang memiliki akses terhadap informasi yang kita butuhkan.
  2. Karakter dari orang yang mengalami peristiwa tersebut. Jika subjeknya adalah anak yang usianya terlalu muda atau memiliki keterbatasan, mungkin diperlukan untuk bertanya pada orang tua si anak atau wali murid yang bersangkutan untuk menggali informasi. Freeman dan Mathison (2008) memberikan strategi spesifik dalam mewawancarai anak-anak, termasuk dengan menggunakan media gambar, fotografi, internet, dan permainan. Peneliti harus mengerti jika undang-undang federal dibutuhkan orang tua sebelum penilit dapat mewawancarai anak-anak untuk kepentingan penelitian.
  3. Jenis informasi yang dibutuhkan dapat membantu menentukan sumber informasi terbaik. Sebagai contoh, orang tua pasti ingin tahu apakah anaknya sudah bekerja atau belum, jenis pekerjaan yang dilakukan, dan seberapa besar anaknya diberi upah. Hal ini bisa menjadi representasi jika anak yang bersangkutan tidak ditempat. Namun, informasi orang tua dalam hal ini bisa jadi tidak kuat karena kepuasan anak terhadap pekerjaannya belum diketahui.
BACA JUGA :
Teknik sampling adalah merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang digunakan dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan. Sampel adalah bagin dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila Pupulasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul represntatif (mewakili) (Sugiyono, 2015: 136). Margono (2004: 121) menyataka bahwa sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh (monster) yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu.

Berdasarkan informasi di atas, ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam teknik pengambilan sampel penelitian survei, diantaranya (Wiersma, 2009: 318) :

a. Probabability Sampling
Teknik ini merupakan teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk menganalisa kemungkinan bias dan kesalahan yang mungkin dilakukan. Dalam teknik probability sampling ini terdiri dari simple random sampling, systematik sampling, stratified sampling, cluster sampling. Jika peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel probabilitas sampling maka peneliti perlu menjelaskan kepada siapa hasil ini digeneralisasikan.

b. Purposeful Sampling
Dalam teknik purposeful sampling ini peneliti harus menentukan karakteristik dari populasi sebelum menentukan sampel yang akan dipilih. Purposeful sampling ini sangat berbeda dari random sampling dalam hal bagaimana sampel itu dipilih dimana dalam purposeful sampling logika juga digunakan dalam pengambilan sampel. Pada teknik random sampling sampel berada dalam populasi yang mempunyai karakteristik sama sehingga hasil dari sampel yang diambil dapat merepresentasikan keadaan populasi. Berbeda halnya dengan purposeful sampling dimana hasil dari penelitian sampel yang digunakan tidak dapat merepresentasikan populasi secara keseluruhan karena sampel diambil berdasarkan karakteristik tertentu.

Jika puposeful sampling digunakan, peneliti perlu memberikan penjelasan tentang objek penelitian kepada pembaca tentang pentingnya karakteristik mereka. Saat menggunakan pendekatan probabilitas sampling, peneliti perlu menjelaskan bentuk sampling, daftar orang-orang yang akan dipilih.


Daftar Pustaka
  1. Drew, Clifford J et all. 2008. Designing and Conducting Research in Education. Los Angeles: Sage Publications, Inc
  2. Mertens, Donna M. 2010. Research and Evalution in Education and Psychology. Washington DC: Sage Publications, Inc
  3. Margono. 2004. Metodologi Penelitian Pendidika. Jakarta: Rineka Cipta.
  4. Sugiyono. 2015. Metodologi Penelitian & Pengembangan. Bandung: Alfabet.
  5. Johnson and Christensen Larry. 2012. Educational Research Fourth Edition. Washington DC: Sage Publications, Inc
  6. Wiersma, William and Jurs Stephen G. 2009. Research Methods in Education an Introduction. Sydney: Pearson

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sampel Penelitian Survei"

Posting Komentar