Proses Penelitian Kebijakan

Perjalanan (Proses) Penelitian Kebijakan

Ann Majchrzak dan M. Lynne Markus menggunakan metafora “perjalanan laut” untuk menggambarkan proses penelitian kebijakan.
  1. Tahap Peluncuran (Launch Phase). Tahap ini diawali dengan membuat pertanyaan penelitian kebijakan sebaik yang bisa dibuat pada saat itu, berdasarkan/tergantung apa yang diketahui peneliti. Kegiatan penting lainnya pada tahap ini adalah mengidentifikasi para ahli dan stakeholder lainnya yang mungkin dapat membantu peneliti dan meminta beberapa dari mereka, secara formal maupun informal, sebagai penasihat.
  2. Tahap Sentesis Bukti yang Ada (Synthesize Existing Evidence Phase). Pada tahap ini .pertanyaan penelitian sudah lebih lebih focus, dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan mengumpulkan, menganalisis dan mensintesis bukti yang sudah ada mengenai masalah dan intervensi yang mungkin. Pada akhir tahap ini, peneliti perlu memutuskan apakah bukti yang ada cukup kuat untuk membuat rekomendasi kebijakan, atau apakah peneliti perlu untuk mengumpulkan bukti tambahan
  3. Tahap Memperoleh Bukti Baru (Obtain New Evidence Phase). Tahap ini dimulai dengan pertanyaan penelitian mengenai apa yang tidak diketahui (tentang masalah atau solusinya). Dalam menjawab pertanyaan ini, peneliti mungkin perlu menggunakan analisis sekunder (secondary analysis), yaitu studi statistik dari data yang diterbitkan dalam arsip/dokumen. Namun, metode pengumpulan data primer lainnya mungkin lebih baik untuk pertanyaan penelitian yang terfokus, seperti wawancara, melakukan survei dan studi kasus, dan eksperimen lapangan.
  4. Tahap Desain Rekomendasi Kebijakan (Design Policy Recommendations Phase). Pada tahap ini, peneliti harus mengekstrak bukti seperangkat rekomendasi tindakan bagi para pembuat kebijakan. Langkah pertama pada tahap ini adalah mengembangkan kasus dasar (Base Case), yaitu deskripsi dari situasi saat ini dan dampak negatifnya, dibandingkan dengan masing-masing dari beberapa solusi alternatif. Poin pentingnya adalah menilai setiap alternatif dengan benar dengan menggunakan kriteria evaluasi yang sama daripada mencoba untuk curang dalam mendukung alternatif yang dianggap terbaik. Pada akhirnya, peneliti akan menggabungkan informasi tentang Kasus Dasar dan tentang intervensi alternatif ke dalam dokumen keputusan (Policy Decision Document) yang singkat, terstruktur dan persuasif yang menginformasikan kepada pembuat kebijakan dan mendorong mereka untuk mengambil tindakan.
  5. Tahap Memperluas Dukungan Stakeholder (Expand Stakeholder Engagement Phase) Pada titik ini, rekomendasi peneliti telah didasarkan pada bukti akan tetapi belum sepenuhnya diuji kebermaknaan dan keselarasannya dengan asumsi, teori, pendapat, dan nilai-nilai dari para pemangku kepentingan. Jika rekomendasi yang telah dibuat tidak selaras, maka rekomendasi tersebut tidak dapat diadopsi atau mungkin ditolak. Sebagai hasilnya, rekomendasi tersebut tidak akan meningkatkan masalah atau efek samping negatif. Pada tahap ini peneliti berusaha untuk mendapatkan dukungan dari para pemangku kepentingan mengenai rekomendasi yang telah dibuat melalui Persuasive Case for Change. Selama tahap ini, peneliti mungkin juga memutuskan untuk mengubah rekomendasi yang telah dibuat agar lebih bermakna.

BACA JUGA : Implikasi Penelitian Kebijakan



Referensi
  1. Majchrzak, Ann & Markus, M. Lynne. (2013). Methods for Policy Research. California: SAGE Publications.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Proses Penelitian Kebijakan"

Posting Komentar