Pengertian Penelitian Kebijakan

PENGERTIAN PENELITIAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN

Penelitian kebijakan menjadi salah satu bidang kajian penting dalam ilmu sosial, termasuk pendidikan. Kebijakan pendidikan merupakan keseluruhan proses dan hasil perumusan langkah-langkah strategis pendidikan yang dijabarkan dari visi, misi pendidikan, dalam rangka untuk mewujudkan tujuan pendidikan dalam suatu masyarakat untuk suatu kurun waktu tertentu (H.A.R Tilaar & Riant Nugroho, 2008: 140). Penelitian kebijakan pendidikan tentu saja dapat digunakan untuk mengkaji secara mendalam dan objektif mengenai berbagai kebijakan mengenai pendidikan. Berdasarkan kajian tersebut, dapat direkomendasikan kebijakan yang lebih baik di masa depan, yaitu kebijakan yang menguntungkan semua pihak. Oleh karena itu, pemahaman tentang penelitian kebijakan ini perlu untuk dikedepankan. Akan tetapi karena sangat langkanya kepustakaan tentang penelitian, banyak terdapat kesalahpahaman tentang pengertian penelitian kebijakan itu sendiri. Berikut adalah beberapa studi pustaka mengenai penelitian kebijakan yang diambil dari beberapa tokoh.

Pengertian Penelitian Kebijakan
Ann Majchrzak & M. Lynne Markus (2014: 2) menjelasakan bahwa penelitian kebijakan mengacu pada proses dan dampak yang membutuhkan keterampilan. Proses adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dan hasil (output) yang dihasilkan, sedangkan dampak (outcome) adalah dokumen pengetahuan tentang masalah dan cara untuk menyelesaikannya yang dikombinasikan dengan rekomendasi rasional. Penelitian kebijakan menggunakan bukti untuk memahami sebab dan akibat dari masalah serta keuntungan, kerugian dan risiko dari berbagai cara penyelesaian masalah. Bukti tersebut bisa berupa data yang telah dikumpulkan oleh orang lain dan bukti baru yang dikumpulkan untuk tujuan penelitian kebijakan. Ann Majchrzak & M. Lynne Markus (2014: 3) menyimpulkan bahwa penelitian kebijakan merupakan proses yang mencoba untuk mendukung dan membujuk aktor (pengambil keputusan) dengan menyediakan alasan yang tepat, berdasarkan bukti dan rekomendasi yang bertanggung jawab untuk pengambilan keputusan dan tindakan.

Pendapat lain mengenai penelitian kebijakan dikemukakan oleh Riant Nugroho (2014: 49), yaitu bahwa penelitian kebijakan merupakan penelitian dengan objek suatu kebijakan tertentu. Penelitian kebijakan ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu penelitian untuk kebijakan dan penelitian tentang kebijakan.

1. Penelitian untuk Kebijakan
Menurut Riant Nugroho (2014: 49), penelitian untuk kebijakan berarti penelitian untuk merumuskan suatu kebijakan, baik sebagai suatu kebijakan baru ataupun kebijakan revisi. Sementara itu, Nusaputra & Hendarman (2012: 51) menjelaskan bahwa penelitian untuk kebijakan lebih bersifat layanan kebijakan, artinya penelitian ini bertujuan memberikan masukan, evidensi, dan pertimbangan dasar konseptual teoritis, deskripsi konteks yang lengkap dan rinci untuk merumuskan, menyempurnakan dan mengimplementasikan kebijakan.


BACA JUGA : Penelitian Kebijakan


2. Penelitian tentang Kebijakan
Nusaputra & Hendarman (2012: 51) menjelaskan bahwa penelitian tentang kebijakan lebih bersifat kritik kebijakan. Penelitian ini lebih sistematis, terstruktur, dan terukur dalam mengkaji berbagai kelemahan dan keunggulan kebijakan baik pada tingkat perumusan, implementasi maupun dampaknya. Sedangkan Riant Nugroho (2014: 49) mengemukakan bahwa penelitian tentang kebijakan merupakan penelitian tentang suatu kebijakan tertentu dengan dimensi penelitian yang berkenaan dengan:
  1. Rumusan kebijakan termasuk di dalamnya proses perumusan dan dinamikanya,
  2. Implementasi kebijakan, termasuk di dalamnya bagaimana kebijakan dikendalikan baik dari sisi monitoring, evaluasi maupun dampaknya.
  3. Kinerja kebijakan dan dinamikanya dari output atau hasil yang dirasakan organisasi publik hingga outcome atau impact yang dirasakan organisasi publik.
  4. Lingkungan kebijakan, baik pada saat perumusan, implementasi maupun waktu kebijakan berkinerja.
Nusaputra & Hendarman (2012: 53) menjabarkan beberapa poin penting mengenai penelitian kebijakan, yaitu:
  1. Semua unsur/tahap kebijakan dapat diteliti secara sekaligus. Akan tetapi, sangat disarankan untuk lebih fokus pada satu atau dua tahap yang diteliti, sehingga lebih fokus, mendalam dan rinci.
  2. Penelitian kebijakan lebih berfokus dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata, bersifat praktis aplikatif untuk mencapai perbaikan.
  3. Penelitian kebijakan dilakukan dengan cepat, tepat dan akurat. Hal ini terkait dengan kenyataan bahwa problem masyarakat membutuhkan solusi yang segera.
  4. Penelitian kebijakan bersifat multidisiplin, karena memanfaatkan banyak disiplin ilmu maupun karena memanfaatkan beragam pendekatan dan strategi penelitian.
  5. Penelitian kebijakan berfokus atau berorientasi pada tindakan atau aksi.

Referensi
  1. Majchrzak, Ann & Markus, M. Lynne. (2013). Methods for Policy Research. California: SAGE Publications.
  2. Nusa Putra & Hendarman. (2012). Metodologi Penelitian Kebijakan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  3. Riant Nugroho. (2014). Metode Penelitian Kebijakan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  4. H.A.R Tilaar & Riant Nugroho. (2008). Kebijakan Pendidikan: Pengantar untuk Memahami Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan Sebagai Kebijakan Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengertian Penelitian Kebijakan"

Posting Komentar