Konteks Penelitian Kebijakan

Konteks Penelitian Kebijakan

Teori mengenai bagaimana perubahan kebijakan terjadi/seharusnya terjadi (tidak selalu mudah untuk diketahui, apakah beberapa teori mendeskripsikan apa yang sebenarnya terjadi atau prekripsi mengenai apa yang seharusnya terjadi) adalah pilihan teori yang rasional (Munger, 2000; Sabatier 2007; Stone, 2012). Pilihan teori rasional menyatakan bahwa para pembuat kebijakan mendasarkan keputusan dan tindakan mereka pada analisis biaya, manfaat yang sistemik dan risiko dari alternatif tindakan. Pilihan teori rasional tidak selalu menganggap bahwa para pembuat kebijakan adalah sosok yang maha tahu. Teori ini mengakui segala macam batas pembuatan keputusan yang rasional, seperti kendala waktu, informasi yang tidak sempurna dan bias kognitif. Akibatnya, teori pilihan rasional tidak mengesampingkan kemungkinan adanya keputusan yang buruk dan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Stone (2012) percaya bahwa perubahan kebijakan sosial dan bisnis terjadi melalui konten nilai dan ide. Bahkan jika para pembuat kebijakan memiliki informasi yang sempurna mengenai konsekuensi dari tindakan yang diusulkan, hampir tidak akan pernah ada konsensus lengkap dalam sebuah organisasi, membiarkan masyarakat tertinggal, dan berasumsi bahwa tindakan yang disarankan adalah hal yang benar untuk dilakukan. Karena konflik tentang bukti dan makna adalah hal yang tak terelakkan dalam situasi kebijakan di setiap lingkup atau kepentingan, kemungkinan besar bahwa kebijakan apapun perubahan yang terjadi, jika ada, akan menjadi sintesis atau resolusi berbagai usulan yang bertentangan. Tujuan dari penelitian kebijakan yang bertanggung jawab adalah mencoba untuk mengubah konsensus opini pemimpin terhadap solusi terbaik mengingat keadaan dan pengetahuan saat ini yang memperdayakan mengakui bahwa pengetahuan tidak sempurna dan label terbaik selalu berarti membuat pertimbangan nilai.

Ada tiga poin penting dalam penelitian kebijakan:
  1. Peneliti kebijakan bukanlah orang yang membuat keputusan akhir ataupun orang yang mengambil tindakan. Akibatnya, apa yang sebenarnya terjadi mungkin tidak merefleksikan hasil analisis atau rekomendasi dari peneliti kebijakan. Perubahan kebijakan yang sebenarnya jarang terjadi, jikapun pernah yaitu produk sederhana dari analisis dan pilihan yang rasional. Malahan, sering terjadi sebuah kompromi kompleks akibat dari konflik atas ide-ide dan nilai-nilai.
  2. Dalam jangka pendek, sebuah studi penelitian kebijakan tunggal mungkin tidak mengubah pikiran pembuat kebijakan. Namun, seiring waktu, banyak hasil studi kebijakan yang bisa terakumulasi dan menjadi penentu dalam membujuk para pembuat kebijakan untuk bertindak dengan cara yang direkomendasikan oleh peneliti kebijakan.
  3. Peneliti kebijakan memiliki tanggung jawab untuk membuat rekomendasi, walaupun bukan rekomendasi terbaik, setidaknya rekomendasi tersebut secara ketat didasarkan pada bukti. Membuat rekomendasi yang baik selalu melibatkan pertanyaan makna/manfaat dan penilaian serta analisis bukti. Kreativitas diperlukan untuk mengidentifikasi cara-cara dalam menavigasi konflik nilai diantara kelompok-kelompok pemangku kepentingan yang berbeda.



Ann Majchrzak & M. Lynne Markus (2014: 2) dan beberapa pakar lain seperti Munger, (2000), Sabatier (2007), Stone (2012) sependapat bahwa perubahan kebijakan seperti sebuah peristiwa di lingkungan yang penuh gejolak. Lingkungan tersebut bergolak karena mencakup banyak kelompok pemangku kepentingan dengan kebutuhan, nilai dan urusan yang berbeda-beda. Di antara para pemangku kepentingan dari tersebut, terdapat orang-orang yang menderita oleh masalah sosial dan ekonomi, orang-orang yang mungkin akan terpengaruh (secara positif atau negatif) oleh solusi (misalnya, pemberi perawatan dan penyedia layanan, perusahaan besar, warga, pembayar pajak) dan pembuat kebijakan mapun peneliti kebijakan yang harus berpikir tentang bagaimana rekomendasi kebijakan mereka dapat mempengaruhi karir dan kehidupan mereka sendiri. Sebagai tambahan, lingkungan di mana perubahan kebijakan terjadi, mengalami gejolak karena konflik teori, bukti, dan nilai-nilai. Dalam lingkungan yang penuh badai ini, solusi untuk masalah kebijakan sering berkembang, bahkan ketika perubahan besar diperlukan.

Dalam lingkungan yang penuh gejolak tersebut, penelitian kebijakan kadang-kadang bisa membuat perbedaan. Akan tetapi, penelitian kebijakan kadang-kadang bisa membuat perbedaan ke arah yang buruk. Hal ini dapat terjadi ketika para peneliti kebijakan berperilaku tidak bertanggung jawab, misalnya dengan membiaskan rekomendasi mereka (memilih atau mendistorsi bukti yang mendukung nilai-nilai mereka sendiri dan solusi yang lebih mereka sukai). Rekomendasi dari penelitian kebijakan yang tidak bertanggung jawab kadang-kadang diterima dan dilaksanakan. Ketika itu terjadi, hasilnya menjadi suram, mialnya masalah tidak terselesaikan, semakin memburuk, atau efek samping dari solusi tersebut justru lebih buruk dari masalah yang akan diselesaikan.

Penelitian kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan kadang-kadang juga bisa membuat perbedaan ke arah yang buruk, yaitu ketika partisan dari pandangan yang berlawanan mendiskreditkan penelitian atau mengubah hasil temuannya untuk mendukung kesimpulan yang berlawanan. Ketika itu terjadi, intervensi yang baik menjadi tidak dapat diterima secara politik. Melakukan penelitian kebijakan seprofesional mungkin bisa membantu, tetapi tidak dapat menghilangkan kemungkinan hasil negatif ini. Peneliti kebijakan yang bertanggung jawab harus terus-menerus tetap sadar akan konteks badai dari penelitian kebijakan.


Referensi
  1. Majchrzak, Ann & Markus, M. Lynne. (2013). Methods for Policy Research. California: SAGE Publications.
  2. Nusa Putra & Hendarman. (2012). Metodologi Penelitian Kebijakan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  3. Riant Nugroho. (2014). Metode Penelitian Kebijakan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  4. H.A.R Tilaar & Riant Nugroho. (2008). Kebijakan Pendidikan: Pengantar untuk Memahami Kebijakan Pendidikan dan Kebijakan Pendidikan Sebagai Kebijakan Publik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Konteks Penelitian Kebijakan"

Posting Komentar