Bakat Terpendam

Bakat adalah sesuatu yang melekat bahkan bisa dibawa sejak lahir. Setiap orang mempunyai bakatnya masing-masing, namun mungkin tidak semua orang dapat dengan cermat mengenali bakat yang ada pada dirinya sendiri. Inilah yang menjadi persoalan penting, apapun bakat yang ada dalam diri, seseorang harus dapat mengenalinya, setelah itu tinggal mencari sarana untuk mengembangkannya. Dengan demikian, seseorang dapat mengembangkan bakatnya sesuai dengan apa yang disenanginya, sehingga bisa meraih kesuksesan dari bakatnya tersebut. Bakat merupakan suatu harta karun, karena sifatnya terpendam, dan harus digali untuk mengetahuinya. Setelah berhasil digali (dikembangkan), maka bakat inilah yang akan menjadi investasi seseorang di masa depan, yang akan mengantarkan pada pintu kesuksesan. Banyak orang di dunia yang sukses atau bahkan besar karena tahu, baik disengaja maupun tidak, akan potensi yang dimilikinya.

Potensi adalah sesuatu yang ada pada diri anda yang telah ada sejak anda lahir, sehingga walaupun seseorang sudah berumur tua sekalipun, rasanya tidak terlambat untuk mengetahui potensi dirinya yang sebenarnya. Untuk mengetahui potensi dan menjalani potensi tersebut memang tidaklah semudah apa yang dibicarakan. Perlu ada cara khusus untuk menggali sesuatu yang sudah lama terpendam dalam diri seseorang, atau justru sebenarnya orang tersebut sudah tahu potensinya, tetapi belum menyadarinya. Potensi-potensi tersebut dapat dikembangkan dengan baik bila seseorang sudah mengetahuinya. Banyak sekali faktor yang tidak terlihat atau tidak disadari seseorang dimana faktor-faktor itulah yang membantu seseorang memiliki dan mengenali bakatanya.

Sehubungan dengan uraian di atas, perlu kiranya dibahas mengenai faktor-faktor yang tidak terlihat dan tidak dapat diukur oleh seseorang tetapi faktor tersebut sangat mempengaruhi perkembangan bakat seseorang. Tidak semua dan hanya orang-orang tertentu yang memiliki bakat terpendam. Dengan hasil diskusi yang diperoleh nantinya, diharapkan masing-masing individu mampu mengenali faktor-faktor yang ada pada dirinya masing-masing sehingga dapat mengembangkan bakatnya dan mengimplementasikannya dengan baik.




Bakat Terpendam
Pengertian dasar mengenai bakat itu banyak sekali. Istilah “bakat” sering digunakan untuk menggambarkan keterampilan khusus yang dimiliki dan dapat dipertanggungjawabkan untuk dapat dikembangkan lebih lanjut. Munandar (1992: 17) bakat merupakan kemampuan bawaan sebagai potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih agar dapat terwujud. bakat merupakan suatu interaksi antara tiga sifat dasar manusia yang menyatu dalam satu ikatan yang terdiri dari kemampuan umum dan dengan tingkatnya diatas kemampuan rata-rata, komitmen yang tinggi terhadap tugas -tugas, dan kreatifitas yang tinggi. Bakat adalah sebuah sifat dasar, kepandaian dan pembawaan yang dibawa sejak lahir. Bakat merupakan kondisi atau kualitas yang dimiliki seseorang, yang memungkinkan seseorang tersebut akan berkembang pada masa mendatang. Bakat merupakan potensi bawaan yang masih membutuhkan latihan agar dapat terwujud secara nyata. Bakat merupakan potensi terpendam dalam diri seseorang yang perlu digali, ditemukan, dilatih, dan dikembangkan. Bakat memungkinkan seseorang untuk mencapai prestasi dalam bidang tertentu, akan tetapi harus ditunjang dengan minat, latihan, pengertian, pengetahuan, pengalaman, dan dorongan (Putra, 2013: 18). Sedangkan menurut Damon tentang bakat dalam Ayu (2009: 13) mengatakan bahwa bakat sangat dibutuhkan untuk prestasi tinggi. Untuk berprestasi tinggi, bakat harus dikembangkan dengan kerja keras, keuletan dan latihan. Keterampilan fisik merupakan keterampilan yang dapat diamati dan diukur, sedangkan keterampilan emosional dapat diamati tetapi sulit untuk diukur. Bakat terpendam adalah suatu keterampilan yang dimiliki seseorang tetapi sulit untuk diukur dan diamati. Makna lain dari bakat terpendam adalah “terbatas”, “jelas” tetapi "tidak mampu disentuh. Walupun sulit dipahami, bakat olahraga menjadi bagian dari kinerja olahraga seperti berlari, melompat, menangkap, memukul, atau melempar. Bakat terpendam yg dimiliki atlet tidak dapat diukur dengan angka, tetapi dapat dilakukan pada saat keadaan tertentu oleh orang tertentu. Keberhasilan seorang atlet tidak tergantung pada bakat fisik belaka, tetapi beberapa atlet besar memiliki keterampilan fisik, keterampilan emosional, dan bakat terpendam yang membuatnya memiliki keterampilan yang lengkap. Dengan keterampilan yang lengkap, maka prestasi akan lebih mudah dicapai (Brown, 2001: 45).

Bakat terpendam dapat diartikan sebagai bakat alami yang dibawah sejak lahir tapi tidak dikembangkan. Misalnya, seseorang memilki bakat menjadi seorang pelari, tetapi tidak dikembangkan, sehingga kemampuannya untuk berlari juga tidak berkembang. Kenali dan manfaat potensi cara menemukan potensi adalah berani untuk mencoba. Jika anda takut mencoba. Orang yang tidak pernah mencoba tidak memiliki pengalaman. Dan belajar dari berbagai pengalaman yang diperoleh, akan mengetahui suatu bakat atau potensi yang terpendam pada seseorang. Perlu dipahami lebih dahulu potensi yang tersimpan dalam diri, dari sanalah seseorang menentukan arah dan mengawali tindakan untuk mewujudkan tujuan hidup.

Sedangkan pemanduan bakat atau (talent identification) adalah proses dimana anak-anak dianjurkan berpartisipasi dicabang olahraga dimana mereka kemungkinan besar dapat berhasil, didasarkan kepada hasil-hasil tes dari parameter terpilih. Parameter-parameter ini yang dibuat untuk meramalkan kualitas prestasi, dengan memperhitungkan keterampilan, tingkat kesegaran jasmani dan perkembangan fisik yang saat itu dimiliki oleh anak. Dalam pembinaan olahraga prestasi memerlukan jangka waktu, dimulai pada saat merekrut seorang anak (melalui hasil dari tes keterampilan dan tes-tes lain yang mendukung) untuk dikembangkan menjadi seorang atlet. Dalam merekrut calon atlet, postur dan struktur tubuhnya harus dilihat apakah tubuh (termasuk kemampuan jantung dan paru-paru) calon atlet itu bisa dibentuk dengan latihanlatihan untuk menjadi kuat, cepat dan punya endurance atau daya tahan. Seorang atlet yang berprestasi tidak dapat dibentuk secara singkat, melainkan dibentuk dengan terprogram dan berkesinambungan. Bahkan memerlukan waktu yang relatife panjang untuk menjadikan altet yang berprestasi. Sistem pemanduan bakat dan pembinaan bakat atlet digunakan dalam rangka untuk memprediksi penampilan atlet muda yang memiliki potensial yang dapat dikembangkan dikemudian hari (KONI, 2000: 4).

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian dari bakat adalah kemampuan bawaan (gent) yang terpendam pada diri seseorang yang harus dikembangkan dalam pencapaian prestasi. Keberhasilan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan dipengaruhi oleh kesanggupan atau kekuatan untuk melakukan suatu pekerjaan. Sebenarnya semua hal tergantung kemauan pada diri sendiri. Begitu juga dengan potensi. setiap orang adalah individu yang unik. Setiap orang juga bertanggung jawab atas dirinya sendiri untuk menemukan misi hidupnya masing-masing. Agar kita bisa berkontribusi maksimal, tentunya akan sangat baik bila kita bekerja di bidang yang paling sesuai dengan keunikan kita. Ibaratnya bisa menjadi ikan dalam air, atau burung di udara. Potensi berkembang baik pada orang yag mengetahui kemampuannya dan berkeinginan kuat untuk mengembangkannya. Sebaliknya, potensi akan terkubur jika pemiliknya berdiam diri dan tidak perduli dengan bakat yang dimilikinya. Bakat memiliki tiga arti, yaitu; achievement (kemampuan aktual), capacity (kemampuan potensial), dan aptitude (sifat dan kualitas). Ciri-ciri bakat, yaitu; (1) bakat tidak selalu identik disertai minat, (2) bakat yang tidak disertai minat, maupun minat yang tidak disertai bakat, akan menimbulkan ketidakseimbangan. Bila orang tua tidak cukup cermat dalam hal ini akan berdampak buruk bagi anak (Putra, 2013: 36).

Sebenarnya di dunia ini tidak ada orang yang bodoh, tidak mampu, tidak berbakat, dan tidak berpotensi. Setiap orang merupakan emas yang mempunyai potensi besar yang terpendam pada diri sendiri. Hanya saja, banyak orang belum menyadari potensi terrsebut. Potensi juga bisa berkembang maksimal melebihi perkiraan kita. Semua tegantung pada cara seseorang memandang potensi diri dan motivasi untuk mengembangkannya. Setiap orang dibekali salah satu atau bahkan lebih kecerdasan secara menonjol. Dari kecerdasan tersebut maka munculah sebuah potensi diri. Sebenarnya banyak potensi yang terpendam dalam diri individu sehingga perlu digali lagi. Setiap orang ingin mencapai kesuksesan, tetapi hanya sedikit yang tahu caranya.

Salah satu kuncinya adalah kekuatan pribadi. Potensi adalah kemampuan terpendam yang seseorang miliki sehingga orang tersebut harus berusaha menggalinya dengan cara; mengenal diri sendiri, mengenali motivasi hidup, tidak mengadili diri sediri, dan selalu mencoba. Memang tidak mudah untuk mengenali bakat yang kita miliki. Sebagian orang menyadari potensi dan bakat uniknya setelah berusia lanjut, atau telah mengalami berbagai krisis dalam kehidupan mereka. Dalam mengembangkan potensi diri, setiap orang mempunyai cara masing-masing, namun bayak orang yang belum menyadarinya. Padahal potensi tersebut sangat menunjang kesuksesan hidup seseorang. Dalam hal ini perlu dilakukan analisis potensi diri sejak dini untuk mencari tahu lebih dalam tentang segala sesuatu yang ada pada diri sendiri, sehingga dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan masing- masing individu. Dengan menganalisis potensi diri, seseorang akan memiliki cara pandang dan melakukan tindakan untuk memperbaiki kekurangan tersebut, dan memanfaatkan kelebihan yang ada.

Bakat memilki aspek-aspek, yaitu; (1) aspek perseptual, yaitu meliputi kemampuan dalam memberikan penilaian atau pemahaman terhadap sesuatu, (2) aspek psikomotor, yaitu meliputi kemampuan fisik seperti kekuatan fisik, kecepatan gerak, ketelitian, ketepatan, koordinasi dan keluwesan anggota tubuh, dan (3) aspek intelektual, yaitu meliputi kemampuan mengingat dan mengevaluasi suatu informasi. Atas dasar bakat yang dimilikinya, maka seseorang akan mampu menunjukkan kelebihan dalam bertindak dan menguasai serta memecahkan masalah dibandingkan orang lain. Seseorang yang memiliki bakat akan cepat dapat diamati karena kemampuan yang dimiliki akan berkembang dengan pesat. Bryan Charity Leigh. Solmon, Melinda A (2002). Untuk mengetahui potensi bakat dan mengembangkannya dalam diri individu, berikut 12 cara yang bisa membantu dalam menemukan potensi yang terpendam, yaitu: (1) Menyukai aktivitas/pekerjaan tertentu, (2) Menikmati aktivitas/pekerjaan tersebut, (3) Mau melakukan aktivitas/pekerjaan tersebut meskipun tidak dibayar, (4) Merasa mudah melakukakannya, sedangkan orang lain merasa sulit, (5) Semakin sering melakukannya, semakin baik di bidang tersebut, (6) Mendapat pujian karena melakukannya, (7) Selalu bersemangat saat membicarakan aktivitas/pekerjaan tersebut, (8) Fokus pada aktivitas/pekerjaan tersebut, (9) Berusaha terus belajar mengembangkan diri di bidang aktivitas/pekerjaan tersebut, (10) Sering lupa waktu saat melakukannya karena begitu senang dan asyik, (11) Merasa puas dan bangga saat melakukannya, (12) Mudah mempengaruhi orang dalam bidang aktivitas/pekerjaan tersebut.

Referensi
  1. Asmani, J.M. (2012). Kiat mengembangkan bakat anak di sekolah. Jogjakarta: DIVA Press.
  2. Brown, Jim. (2001). Sports talented. How to identify and develop outstanding athletes. Champaign, II.: Human kinetics.
  3. Rini, Ayu. (2009). Petunjuk Mengarahkan Bakat Anak. Jakarta: Pustaka Mina.
  4. Munandar, Utami. (2012). Pengembangan kreativitas anak berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.
  5. Putra, S.R. (2013). Panduan pendidikan berbasis bakat siswa. Jogjakarta: DIVA Press.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bakat Terpendam"

Posting Komentar