Faktor-faktor yang Menentukan Kebugaran Jasmani

Kesegaran jasmani menurut Djoko Pekik, (2000) kesegaran jasmani (physical fitness) yakni kemampuan seseorang untuk dapat melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya. Sedangkan menurut pendapat Rusli Lutan, (2002) kebugaran jasmani (yang terkait dengan kesehatan) adalah kemampuan seseorang untuk melakukan tugas fisik yang memerlukan kekuatan, daya tahan, dan fleksibilitas. Dalam penelitian di California Departemen of Healt menyarankan ada 7 aspek kebiasaan untuk mencapai hidup sehat dan diberi umur panjang (Sharkey, 2003). Ketujuh keiasaan tersebut adalah (1) Olahraga secara teratur, (2) Tidur secukupnya, (3) Makan pagi dengan baik, (4) Makan secara teratur, (5) kontrol berat badan, (6) bebas dari rokok dan obat-obatan terlarang, (7) Tidak mengkonsumsi alkohol. Untuk meningkatkan kualitas hidup sehat (quality of life) paling tidak ada tinga hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan rutin quality of life yaitu mengatur pola makan, istirahat secara teratur, berolahraga secara rutin. Hal serupa juga di ungkapkan oleh Djoko Pekik (2004) bahwa ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kebugaran jasmani seseorang meliputi : (a) makan, (b) istirahat, (c) olahraga. Faktor-faktor tersebut sangat penting untuk meningkatkan kebugaran jasmani seseorang.
  1. Mengatur Makan
    Makan adalah pemasok utama tenaga yang ada dalam tubuh. Manusia memerlukan energi untuk melakukan aktivitas setiap hari. Energi dapat diperoleh dari makanan dengan proposi: karbohidrat 60%, lemak 25% dan protein 15%.

  2. Istirahat secara teratur
    Istirahat diperlukan manusia untuk memberikan recovery, sehingga dapat melakukan kerja sehari-hari dengan baik. Istirahat digunakan tubuh untuk membuang asam lakat, sehingga, tubuh bisa segar kembali. Istirahat yang baik bagi orang dewasa adalah tidur selama 7-8 jam setiap hari, sedangkan untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan bisa sampai 10 jam setiap hari. Secara umum tidur dilakukan pada malam hari setelah seharian fisik lelah dengan penatnya pekerjaan. Bagi sebagian orang, ada yang tidur siang hari, mesti hanya beberapa saat saja. Secara fisiologis, tidur di siang hari dapat memberikan keyamanan terhadap fisik untuk melanjutkan pekerjaan di siang hari.

  3. Berolahraga secara rutin
    Olahraga merupakan salah satu alternatif paling efektif dan aman untuk memperoleh kebugaran. Olahraga mempunyai multi manfaat antara lain yaitu dapat meningkatkan kebugaran jasmani, dapat membuat orang tahan terhadap stres, dan dapat menambah percaya diri, memiliki kolega, bisa menjalin komunikasi dengan orang lain, bisa bekerjasama dengan oranglain, bisa menghargai diri sendiri dan orang lain.

BACA JUGA : Komponen Kebugaran Jasmani


Selain ketiga faktor di atas beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas hidup terutama yang terkait dengan kesehatan dan kebugaran jasmani seseorang, yaitu:
  1. Usia
    Setiap tingkat usia mempunyai kaitan erat dengan tingkat kebugaran jasmani. Dokter Sundardas dalam bukunya ynag berjudul “The asian woman’s guide to helat beauty & vitality” yang diterbitkan tahun 2001 menyatakan bahwa kebugaran jasmani anak akan meningkat setelah usia 25 tahun dan kemudian setelah usia mencapai 30 tahun akan mengalami penurunan kapasitas fungsional dari seluruh tubuh, kira-kira sebesar 1% tiap tahun, tetapi bila rajin berolahraga penurunan ini hanya akan terjadi sebesar 0.1% pertahun.

  2. Jenis kelamin
    Tingkat keburagan jasmani siswa putra biasanya lebih baik jika dibandigkan denga siswa putri. Hal ini dikarenakan kegiatan fisik yang dilakukan oleh siswa putra lebih banyak bila dibandingkan dengan siswa putri. Sampai puberitas biasanya kebugaran jasmani anak laki-laki hampir sama dengan anak perempuan, tapi setalah puberitas anak laki-laki biasanya mempunyai nilai yang jauh lebih besar.

  3. Genetik
    Genetik berpengaruh terhadap kapsitas jantung paru, postur tubuh, obesitas, homoglobin (sel darah merah) dan otot. Menurut Shrkey (2003) bahwa hereditas bertanggung jawab atas 25 hingga 40% dari perbedaan nilai VO2maks.

REFERENSI
  1. Djoko Pekik Irianto. (2004). Bugar dan Sehat dengan Berolahraga. Yogyakarta. C.V. Andi Offset.
  2. Sharkey, B.J (2003). Fitness And Health. Alih bahasa Kebugaran dan Kesehatan oleh: Eri Desmarini Nasution. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
  3. Suharjana. (2013). Kebugaran Jasmani. Yogyakarta: Jogja Global Media.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Faktor-faktor yang Menentukan Kebugaran Jasmani"

Posting Komentar