Kosentrasi Dalam Olahraga

Di dalam olahraga, khususnya olahraga prestasi terdapat sebuah faktor yang sangat berperan dalam menunjang ataupun menghambat prestasi seorang atlet. Faktor tersebut adalah perhatian dan konsentrasi (Gunarsa, 2004: 87). Konsentrasi seolah-olah merupakan istilah yang tidak asing dalam kalangan olahragawan namun pada kenyataannya tidak mudah untuk menjabarkan batasan terkait definisi. Tingkat kemampuan perhatian olahragawan merupakan salah satu faktor yang mendukung keberhasilan dalam melakukan aktivitas olahraga. Pada umumnya olahragawan top memiliki kemampuan dan energi optimal yang dapat secara fokus mengarahkan perhatiannya pada cabang olahraga yang dilakukan. Oleh karena itu, kegiatan memperhatikan suatu objek juga merupakan satu keterampilan khusus bagi olahragawan, sehingga para pelatih dan pembina olahraga harus menyadari akan arti pentingnya keterampilan untuk memperhatikan.

Kondisi seperti itu hingga saat ini nampaknya belum menjadi fokus pembahasan dalam pembinaan olahraga prestasi. Sebab kecenderungan para pelatih dan pembina olahraga masih terlalu fokus pada pembinaan yang mengarah pada keterampilan teknik dan peningkatan kualitas fisik, sedangkan pembinaan di bidang potensi psikologis masih terabaikan. Banyak kalangan olahragawan baik pelatih maupun atlet yang belum paham terkait batasan antara perhatian dan konsentrasi. Pada faktanya sering terjadi kekeliruan dalam pemahaman perhatian dan konsentrasi. Perhatian dan konsentrasi sering diartikan sama padahal memiliki definisi yang berbeda (Sukadiyanto, 2006:161). Perhatian adalah merupakan proses kesadaran langsung terhadap informasi (rangsang) yang diterima untuk memutuskan suatu tindakan (respons). Konsentrasi adalah adalah kemampuan seseorang untuk memusatkan perhatian pada rangsang yang dipilih (satu objek) dalam waktu tertentu. Setyobroto (2002: 104) kosentrasi adalah suatu keadaan di mana atlet menujukkan mempunyai kesadaran tertuju kepada sesuatu (atau objek tertentu) yang tidak mudah goyah. Atletyang dapat melakukan kosentrasi dapat melakukan penampilan sebaik-baiknya, sesuai kemampuan yang dimilikinya. Artinya, proses terjadinya konsentrasi selalu didahului oleh adanya perhatian seseorang terhadap satu objek yang dipilih.Konsentrasi merupakan perhatian dalam rentangan waktu yang lama, sehingga selama dalam aktivitas olahraga yang diperlukan adalah konsentrasi. Dengan demikian pengertian konsentrasi dalam olahraga memiliki empat ciri, yaitu (1) fokus pada suatu objek yang relevan (perhatian yang selektit), (2) memelihara fokus perhatiandalamjangka waktu lama, (3) memiliki kesadaran pada situasi, dan (4)meningkatkan fokus perhatian jika diperlukan (Sukadiyanto, 2006: 164).

BACA JUGA : Hakikat Imagery

Selain itu konsentrasi merupakan kemampuan untuk memusatkan perhatian pada tugas dengan tidak terganggu dan terpengaruhi oleh stimulus yang bersifat eksternal maupun internal (Schmid, Peper & Wilson dalam Komarudin, 2013 :138). Konsentrasi merupakan hal yang amat penting bagi seorang atlet dalam menampilkan kinerja performa di lapangan. Selain itu ada definisi konsentrasi adalah kemampuan olahragawan dalam memelihara fokus perhatiannya dalam lingkungan pertandingan yang relevan (Weinberg & Gould 2003: 353-354, 2011: 364). Komponen utama konsentrasi adalah kemampuan untuk memusatkan perhatian pada suatu hal tertentu dan tidak terganggu oleh stimulus internal maupun stimulus eksternal yang tidak relevan. Stimulus internal adalah gangguan sensoris maupun pikiran seperti perasaan lelah, cemas dan sebagainya. Stimulus eksternal adalah gangguan dari luar diri seperti misalnya sorak penonton, ejekan penonton, gangguan lawan dan wasit.
Konsentrasi merupakan suatu keadaan dimana kesadaran seseorang tertuju kepada suatu objek tententu dalam waktu tertentu. Semakin baik konsentrasi seseorang, maka semakin lama seseorang dapat melakukan konsentrasi. Dalam olahraga konsentrasi memegang peranan penting. Dengan berkurangnya atau terganggunya konsentrasi atlet pada saat latihan, apalagi pertandingan, maka akan timbul berbagai masalah serta hasil yang tidak optimal.

Mengenai bagaimana anda untuk mengetahui apakah seorang atlet kehilangan kosentrasi, Eugene F. Gauror (1984)  mengemukakan ciri-ciri kosentrasi yaitu:
  1. Tertuju pada satu benda pada suatu saat
  2. Merupakan keseluruhan
  3. Perhatian selektif terhadap pemikiran tertentu atau objek tertentu dan tidak ada perhatian terhadap objek atau pemikiran lain
  4. Menenangkan dan memperkuat mental

Yang menandakan bahwa seorang atlet kurang dapat berkosentrasi adalah apabila atlet mengalami perhatian terpecah-pecah. Gauron memberikan beberapa cara untuk melatih kosentrasi, yaitu:
1.    Jauhkan pikiran anda terhadap sesuatu yang pernah anda lakukan ataupun pernah anda alami
2.    Pusatkan perhatian anda pada satu tempat
3.    Tujukan pusat perhatian pada satu lokasi tersebut
4.    Kosongkan pikiran anda biarkan tetap kosong
5.    Pindahkan dari sasaran khusus ke pusat perhatian seperti gambar panorama.
6.    Berupaya mampu memusatkan perhatian terhadap semua benda
7.    Berhentilah kemudian kembali kosentrasi
Cara lain untuk melatih kosentrasi adalah dengan menggunakan pola-pola visual

Instrumen Tes Konsentrasi

Grid Concentration Exercise (Harris & Harris dalam Williams, 1993: 170)
Grid Concentration Exercise

Nama    :
Spesialisasi    :

84    27    51    78    59    52    13    85    61    55
28    60    92    04    97    90    31    57    29    33
32    96    65    39    80    87    49    86    18    70
76    87    71    95    98    81    01    46    88    00
48    82    89    47    35    17    10    42    62    34
44    67    93    11    07    43    72    94    69    56
53    79    05    22    54    74    58    14    91    02
06    68    99    75    26    15    41    66    20    40
50    09    64    08    38    30    36    45    83    34
03    37    21    23    16    37    25    19    12    63

Hasil    :    Kesalahan    :    Nilai        :

Prosedur Pelaksanaan

Dalam proses pelaksanaan tes konsentrasi menggunakan instrumen grid concentration exercise. Dalam tes ini terdapat prosedur yang harus dilaksanakan, antara lain:
  1. Pertama tester (penguji) menjelaskan secara detail terkait prosedur pelaksanaan tes.
  2. Atlet dalam melakukan tes konsentrasi dalam posisi duduk dan menghadap ke arah media tes.
  3. Atlet dalam melakukan tes didampingi satu tester sebagai pencatat hasil dan timer( pencatat waktu).
  4. Pada satu sesi tes setiap probandus melakukan scanning kolom yang berisi angka dengan teknik melingkari dan mengurutkan nilai dari angka terkecil (00) hingga terbesar (99) dalam waktu 1 menit.
  5. Sistem penilaian dilakukan dengan cara: jumlah total angka berurutan yang seharusnya disebutkan dikurangi jumlah angka yang disebutkan.

DAFTAR PUSTAKA
  1. Gunarsa, Singgih D. (2004). Psikologi olahraga prestasi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
  2. Setyobroto. (2002). Psikologi olahraga. Jakarat: UNJ
  3. Sukadiyanto. (2006). Konsentrasi dalam olahraga. Yogyakarta. Majalah Ilmiah Olahraga FIK UNY Volume 12 April 2006.
  4. Komarudin. (2013). Psikologi olahraga (latihan mental dalam olahraga kompetitif). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  5. Weinberg, Robet S. & Gould, Daniel. 2003. Third Edition : Foundations of sport and exercise psychology. United States: Human Kinetics.
  6. Weinberg, Robet S. and Gould, Daniel. (2011). Fourth Edition : Foundations of sport and exercise psychology. United States: Human Kinetics.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kosentrasi Dalam Olahraga"

Posting Komentar